Baca Juga: PT MUM Cari Talenta Baru untuk Posisi Keuangan dan Administrasi Mikro di Banjarnegara
Inovasi Arang Bonggol Jagung dan Energi Surya
Yang menarik, teknologi solar water treatment ini tidak hanya mengandalkan energi matahari. Filter air yang digunakan memanfaatkan karbon arang aktif dari bonggol jagung, bahan alami yang ramah lingkungan sekaligus memiliki daya serap tinggi terhadap zat pencemar.
“Bantuan Pertamina Drilling bukan sekadar solar water treatment semata. Filter air yang digunakan memanfaatkan karbon arang aktif dari bonggol jagung. Air hasil filter ini sudah diuji di laboratorium Puskesmas Sorong Timur,” jelas Avep Disasmita, Direktur Utama Pertamina Drilling.
Baca Juga: Banten Kini Lebih Terang, PLN Sambungkan Listrik untuk Ratusan Rumah Warga Prasejahtera
“Airnya jauh lebih jernih dari sebelumnya. Meski tetap perlu direbus sebelum diminum, kondisi air kini jauh lebih layak dan mudah diakses,” ujar Rein Kolin, Ketua Kelompok Penerima Bantuan, sambil menunjukkan gelas berisi air jernih hasil filter.
Sistem ini bekerja dengan menampung air sungai ke dalam bak penampungan, kemudian disaring menggunakan filter arang aktif sebelum dialirkan ke kolam bioflok dan toren distribusi. Pompa air bertenaga surya membuat sistem ini bebas emisi, efisien, dan hemat biaya listrik.
Selaras dengan Nilai ESG dan SDGs
Program solar water treatment ini menjadi wujud nyata penerapan nilai ESG (Environmental, Social, and Governance) oleh Pertamina Drilling. Dari sisi lingkungan (environmental), program ini membantu memurnikan air sungai, mengurangi polusi, dan menekan emisi karbon dengan penggunaan energi surya.
Aspek sosial (social) tercermin melalui pelibatan langsung masyarakat Klamono dalam pengelolaan air dan pengembangan ekonomi berbasis budidaya ikan air tawar serta pertanian hidroponik.
Sementara dari sisi governance, program ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Pertamina Drilling tidak hanya menghadirkan air bersih, tetapi juga menyalakan harapan baru bagi masyarakat Klamono, bahwa akses terhadap air layak bukanlah kemewahan, melainkan hak dasar yang bisa diwujudkan dengan kolaborasi, inovasi, dan kepedulian.
“Program ini adalah bukti nyata bahwa energi tidak hanya menggerakkan industri, tapi juga kehidupan,” tutup Avep Disasmita.***