"Inovasi digital ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia.”
Kader posyandu turut memberikan respons positif terhadap inovasi ini. “Kami sangat antusias dengan adanya Stunting Action Hub. Pencatatan tumbuh kembang anak menjadi jauh lebih mudah dan akurat,” ujar salah satu kader posyandu Desa Domiyang Siti Mariam.
Program ini bukan hanya memperkuat data kesehatan anak, tetapi juga meningkatkan kapasitas kader posyandu sebagai penggerak perubahan di lingkungan mereka.
Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pembangunan Irigasi KSPP Wanam di Papua Selatan
Dengan dukungan teknologi, kader dapat mengidentifikasi risiko stunting lebih awal dan memberikan rekomendasi tindakan yang diperlukan.
Baca Juga: Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pembangunan Irigasi KSPP Wanam di Papua Selatan
Kolaborasi antara Telkom, tenaga kesehatan, dan masyarakat mencerminkan perpaduan teknologi dan kepedulian sosial untuk membangun sistem kesehatan yang adaptif dan inklusif.
Melalui inisiatif ini, Telkom menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada fokus Pendidikan dan Inovasi Digital. Stunting Action Hub juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 2 (Zero Hunger).
Telkom meyakini bahwa digitalisasi sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan semakin siap menghadapi tantangan di masa depan. ***