rilis-bumn

Hadiri COP30 Brasil, Pertamina Siap Jadi Pemimpin Regional Pengembangan SAF

Kamis, 13 November 2025 | 17:30 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendorong Pertamina jadi pemimpin regional pengembangan SAF dalam sesi talkshow di Pavilion Indonesia COP30, Brasil, (12/11). (Dok. Pertamina)

“Sektor transportasi menjadi tiga besar penyumbang emisi karbon,” ungkapnya.

Odo menambahkan, pemerintah sedang menyusun peta jalan pengembangan SAF khusus untuk transportasi udara, dan menargetkan implementasi penggunaan SAF sebesar 1% untuk maskapai pada 2027.

Baca Juga: PT TIMAH Tbk Hadirkan Harapan Lewat Program Kesehatan dan Edukasi Gizi untuk Masyarakat

“Kita akan implementasi SAF 1% untuk maskapai pada 2027,” ujar Odo.

Ia juga mengapresiasi SAF berbasis jelantah yang dinilai lebih efisien dari sisi pasokan dan memiliki jejak karbon rendah.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus melibatkan berbagai pihak guna memperluas penggunaan SAF di masa mendatang, termasuk menyiapkan skema pendanaan riset dan pengembangan sebesar 1% dari pendapatan sektor transportasi maupun energi.

Baca Juga: AirNav Indonesia Siap Kawal Lonjakan Penerbangan di Musim Libur Nataru 2025/2026

Kehadiran produk SAF berbasis minyak jelantah karya Pertamina menjadi salah satu sorotan utama pada COP30 di Belem, Brasil.

Setelah sukses mengawal mandatori biodiesel (B40), Pertamina kini fokus memperkuat ekosistem SAF untuk mendukung transisi energi dan membangun ekonomi sirkular.

Kehadiran SAF dan biodiesel merupakan hasil kebijakan pemerintah yang dijalankan bersama Pertamina sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.

Baca Juga: KAI Bandara Pastikan Penanganan Cepat Gangguan KA YIA, Layanan Penumpang Tetap Terjaga

Mengikuti jejak keberhasilan biodiesel, produk SAF berbasis jelantah diharapkan memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat melalui ekosistem usaha yang terintegrasi — mulai dari pengumpulan jelantah, proses di kilang, distribusi, hingga pemanfaatan oleh maskapai penerbangan.

Tidak mengherankan jika SAF buatan Pertamina menjadi salah satu highlight utama di Paviliun Indonesia COP30, yang mengusung tema “Accelerating Substantial Actions of Net Zero Achievement through Indonesia High Integrity Carbon”.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa tema tersebut menggambarkan pentingnya langkah konkret dalam mencapai target iklim nasional.

Baca Juga: Bangga! Mie Ongklok Wonosobo Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2025

Halaman:

Tags

Terkini