Seluruh material dan sampah yang terkumpul nantinya akan dibawa ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) Waste4Change untuk disortir dan diproses lebih lanjut.
Baca Juga: Bingung Mau Wisata Malam di Jogja di Mana? Coba Pertimbangkan 4 Rekomendasi Berikut Ini
Sampah organik dan anorganik dipisahkan sesuai jenisnya, sementara residu akan diolah menjadi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari pengelolaan yang berkelanjutan.
Selain itu, hadir pula Penyuluh atau Pengedukasi yang berkeliling memberikan edukasi seputar jenis sampah, dampak buruknya, serta cara pengelolaan yang tepat melalui permainan interaktif.
Pendekatan ini dirancang agar pengunjung dapat lebih mudah memahami pentingnya pengelolaan sampah yang benar.
Baca Juga: Pindad Gandeng BNN untuk Perkuat Teknologi dan Dukungan Penanggulangan Narkotika
Pandu juga mengingat pengalaman tahun sebelumnya, ketika Pertamina Eco RunFest 2024 menghasilkan sekitar 9,8 ton sampah dan berhasil menerapkan konsep Zero Waste to Landfill.
Ia berharap pencapaian positif tersebut dapat kembali terulang pada tahun 2025.
Apresiasi dari peserta juga datang dari pasangan Fachri dan Grimaldy yang mengikuti workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah.
Kegiatan ini menunjukkan bagaimana limbah rumah tangga seperti minyak bekas dapat diubah menjadi produk bernilai dan bermanfaat.
Menurut Fachri, workshop kreatif ini menjadi bukti nyata semangat Pertamina dalam mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle.
“Kami setiap tahun ikut Pertamina Eco RunFest, tahun ini sangat seru, selalu ada perubahan dan tidak membosankan, terutama dengan hadirnya workshop-workshop seperti ini,” ujar Fachri.
Baca Juga: Kuliner Khas Solok yang Wajib Dicoba, Kombinasi Cita Rasa Pedas Rempah dan Manis yang Legit
Tidak hanya workshop minyak jelantah, Pertamina juga menyediakan kelas kreatif lainnya seperti daur ulang limbah plastik, tekstil, serta organik.