Kementerian ESDM Awasi Operasional Pertamina di Sumsel, Fokus pada Produksi dan K3

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 22 November 2025 | 17:00 WIB
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tata kelola operasional, tingkat produksi, dan standar keselamatan kerja Pertamina tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tata kelola operasional, tingkat produksi, dan standar keselamatan kerja Pertamina tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Kabar BUMN – Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja ke Wilayah Kerja Zona 4 Subholding Upstream Pertamina di Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pemantauan operasional migas, termasuk aspek produksi dan keselamatan kerja di lapangan.

Kunjungan dipimpin oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad. Dalam agenda tersebut, tim meninjau langsung kegiatan operasional di area Prabumulih yang terdiri dari enam lapangan migas aktif.

Baca Juga: Menikmati TMII dari Atas, Pas Buat Akhir Bulan

Selain itu, kunjungan juga mencakup fasilitas pendukung seperti Metering and Regulating Station (MRS) di Gelumbang yang berada di bawah pengelolaan Jaringan Gas Sales and Operation Region (Jargas SOR) 1 Gelumbang.

Tim juga mendatangi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang dioperasikan oleh PT Pertamina Gas Negara (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina.

Tim Kementerian ESDM pun melakukan pemantauan langsung ke kilang Pertamina di Refinery Unit (RU) III Plaju dan Sungai Gerong.

Baca Juga: Lowongan Dokter Perusahaan Dibuka PT Garuda Daya Pratama Sejahtera, Pendaftaran Hanya Sampai 27 November

Arifin dalam sambutannya mengungkapkan Manajemen Pertamina dan Regulator harus bersama-sama mengawasi secara langsung dan berkesinambungan fasilitas fisik migas termasuk sumber daya manusianya di lapangan.

Upaya ini untuk menjaga pelaksanaan standar keamanan dan keselamatan, yang diharapkan dapat meningkatkan produksi, menjaga rantai distribusi dan produktivitas kinerja.

Arifin menekankan bahwa proses pengolahan migas memiliki risiko tinggi dan dinamika operasional lainnya, sehingga sangat dituntut penerapan disiplin screening pekerjaan, kepatuhan terhadap prosedur, serta pendekatan kepada seluruh pekerja.

Baca Juga: Melangkah Lebih Jauh: Petani Benakat Minyak Belajar Menembus Pasar dengan Strategi Baru

“Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tinjau pemenuhan keselamatan dan keandalan operasi migas,” ungkap Arifin.

Prabumulih merupakan salah satu wilayah kerja yang mengalami peningkatan produksi signifikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini