Kabar BUMN - PT PLN (Persero) terus melakukan berbagai upaya untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Upaya tersebut diwujudkan PLN dengan membangun pembangkit listrik tenaga Energi Baru Terbarukan (EBT).
Juga dengan melaksanakan program dedieselisasi pembangkit fosil.
Baca Juga: Kementerian ESDM Mengesahkan RUPTL PLN Batam 2023-2032
Itu merupakan realisasi dukungan Just Energy Transition Partnership (JETP) dalam mempercepat program transisi energi di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo yang diwakili oleh Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN Evy Haryadi mengatakan, hal ini sebagai tindak lanjut kesepakatan pemimpin negara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tahun 2022 lalu dengan komitmen pendanaan transisi energi.
"Dalam G20 tahun lalu pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan dengan JETP untuk transisi energi di Indonesia.
Baca Juga: Tips Beli Rumah Second Ala PLN, Pastikan Kelistrikan Aman dan Normal
"Sebagaimana telah disebutkan, JETP berkomitmen menyediakan dana untuk berbagai program hijau negara anggotanya," ujar Evy dalam pembukaan 'Forum Investasi Transisi Energi Berkeadilan' di Auditorium Kantor Pusat PLN, Jakarta, Sabtu (27/5/2023).
Evy mengatakan, PLN telah merancang program jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapat target NZE 2060.
Salah satu program jangka pendek yang saat ini tengah dilakukan adalah proyek dedieselisasi pembangkit berbahan bakar fosil sebesar 1 gigawatt (GW) dan menggantinya dengan pembangkit bertenaga surya (PLTS).
Baca Juga: Tagihan Listrik Belum Keluar? Gunakan Fitur Catat Meter Mandiri PLN Mobile
"PLN memainkan peran penting dalam transisi energi Indonesia ke energi bersih.
"Salah satu inisiatif strategis yang dilakukan PLN sebagai langkah konkrit menuju net zero emission adalah pelaksanaan program dedieselisasi," kata Evy.