“Kami yakin masa depan Riau ini adalah perkebunan, bukan lagi migas. Kita semua tahu bahwa salah satu penentu pertumbuhan ekonomi Riau adalah sektor perkebunan sawit,” ujar Supardi.
Dan keberhasilan sektor perkebunan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Jika kemitraan tidak didukung SDM yang andal, maka itu adalah kemunduran. Persoalan SDM menjadi tantangan utama di perkebunan. Namun saya yakin, bapak-bapak yang hadir di sini adalah para pelaku dengan SDM unggul,” tuturnya.
Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap menegaskan bahwa komitmen entitas adalah untuk tumbuh dan berkembang bersama petani.
Baca Juga: Pantai-pantai Cantik yang Hanya Bisa Ditemukan di Kebumen
“Kami sadar, bahwa keberadaan kami di sini, PTPN IV Regional III, adalah untuk tumbuh dan berkembang bersama petani.
"Hal itu yang sejak 2019 terus diupayakan oleh Bapak Jatmiko Santosa, yakni mengembalikan Regional III kepada khittahnya, sebagai entitas yang memberikan manfaat besar kepada para petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai inisiatif perbaikan terus dilakukan, mulai dari peningkatan transparansi, evaluasi rutin, komunikasi terbuka, hingga memperkuat sinergi dengan para petani mitra.
Baca Juga: Program Magang PHR Kembali Hadir, Dibuka Peluang Karier Bagi Lulusan Baru D3 hingga S1
“Alhamdulillah, berkat dukungan positif daripara petani mitra, terutama dari sahabat kita Bapak Setiyono, kami bisa terus menjalin dan memperkuat kolaborasi yang sangat baik,” tambahnya.
Menurut Gusmar, pelatihan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengetahuan, memperluas wawasan, dan mempererat sinergi antara perusahaan dan petani.
“Keberhasilan industri sawit nasional tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan petani yang menjadi bagian penting dalam rantai nilai PalmCo,” urainya.
Ia juga menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi industri kelapa sawit saat ini, mulai dari isu produktivitas, keberlanjutan, hingga tuntutan pasar global terhadap standar lingkungan dan sosial yang lebih tinggi.