rilis-bumn

ASDP Siapkan Operasi Terintegrasi di Jalur Sumatera–Jawa–Bali untuk Kelancaran Nataru 2026

Selasa, 25 November 2025 | 16:30 WIB
Jelang libur Natal dan Tahun Baru, ASDP meningkatkan kelancaran arus penumpang dan logistik melalui operasi terintegrasi lintas Sumatera–Jawa–Bali.

Kapal-kapal ini melayani penyeberangan aktif antara Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali, dan ditunjang dengan peningkatan fasilitas dermaga: misalnya penambahan satu dermaga LCM (Landing Craft Mechanized) di Gilimanuk yang menambah kapasitas hingga sekitar 2.000 kendaraan kecil.

Baca Juga: PHR Hadirkan Kesempatan Emas: Program Magang Batch 8 Siap Cetak Talenta Energi Masa Depan

Pada jalur strategis Ketapang–Gilimanuk, ASDP turut mendukung strategi pemerintah dalam membatasi pergerakan kendaraan barang sumbu tiga ke atas pada 19 Desember 2025–4 Januari 2026.

Pengalihan Arus

Pengaturan prioritas diberikan kepada sepeda motor, kendaraan kecil, dan bus yang memiliki sensitivitas perjalanan lebih tinggi.

Baca Juga: Kulon Progo Segera Punya Venue Paralayang Baru di Giri Sembung

Sejumlah buffer zone di Banyuwangi seperti Terminal Sri Tanjung dan Grand Watu Dodol, serta area penyangga di Gilimanuk seperti Terminal Kargo, UPPKB Cekik, Rambut Siwi dan Pengeragoan disiagakan untuk mengendalikan volume kendaraan.

Rio menambahkan bahwa sebagian arus logistik akan dialihkan menuju Lombok melalui Pelabuhan Jangkar dan Lembar guna mengurangi tekanan arus darat di Bali, yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan terbesar saat Nataru.

Di sisi lain, SOP keselamatan diperketat menyikapi prediksi cuaca ekstrem oleh BMKG, khususnya potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di wilayah Selat Bali pada akhir tahun.

Baca Juga: 12 Tahun Pertamina Internasional EP, Tegaskan Komitmen Ketahanan Energi dan Kolaborasi Global

Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengapresiasi langkah ASDP dan pemerintah dalam memperkuat delaying system karena terbukti efektif mengendalikan kepadatan, baik di akses menuju Bakauheni maupun yang akan diperkuat di jalur menuju Merak dan Ketapang–Gilimanuk.

Djoko berharap pola yang sama diperkuat di jalur tol Jakarta menuju Merak, khususnya pada rest area yang menjadi titik kritis kendaraan roda empat dan angkutan logistik.

Ia juga menekankan agar pengaturan arus logistik dilakukan lebih dinamis ketika pelabuhan pendukung dioperasikan, sehingga distribusi barang dan pergerakan penumpang dapat tetap berjalan seimbang.

Baca Juga: Anak Muda Diajak Makin Cerdas Finansial, BSI Gaungkan Literasi Emas Lewat Event Lari

Naik 4 Persen

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa operasi Nataru harus dikelola secara luar biasa, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Pemerintah telah memastikan strategi pelayanan terdistribusi melalui tiga pelabuhan di Merak dan tiga pelabuhan di Bakauheni, diperkuat pengawasan keselamatan dan rekayasa lalu lintas untuk mengelola peningkatan pergerakan masyarakat yang diproyeksi mencapai lebih dari 4 % dibanding tahun sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini