rilis-bumn

Pertamina Tingkatkan Pengelolaan Sampah Lewat Kolaborasi Bersama Waste4Change di Eco RunFest 2025

Kamis, 27 November 2025 | 07:30 WIB
Pertamina bersama Waste4Change mengelola 5,79 ton sampah Eco RunFest 2025 dengan standar berkelanjutan, menunjukkan komitmen kuat terhadap pengurangan sampah dan energi bersih. (Dok. Pertamina)

Untuk residu seperti tisu, sampah organik campuran, dan kemasan multilayer, seluruhnya diolah menjadi biomassa yang dapat digunakan industri sebagai bahan bakar alternatif boiler.

Baca Juga: Hadiah Xpander hingga iPhone 16, Undi-Undi Hepi Telkomsel November 2025 Hampir Tutup!

“Pertamina Eco RunFest cenderung menghasilkan sampah dengan kualitas baik. Materialnya bersih dan tidak terlalu terkontaminasi sehingga off-taker sangat menyukainya."

"Ini memberi nilai ekonomi bagi pengelola dan memastikan sampah tidak berakhir di TPA,” tambah Andhika.

Pada seluruh tahapan pengelolaan, Waste4Change memastikan tidak ada limbah B3 yang tercampur. Bila ditemukan material berbahaya seperti jarum suntik, perusahaan akan memisahkannya dan mengembalikannya kepada penyelenggara agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Teluk Tomini, Destinasi Tenang yang Diam-Diam Punya Spot Selam Kelas Dunia

“Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, sampah punya nilai bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor daur ulang. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah ketika dikelola dengan benar dapat menjadi sumber manfaat,” tambah Andhika.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa Eco RunFest menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga dapat berjalan seiring dengan praktik keberlanjutan.

“Pertamina Eco RunFest dilaksanakan dengan standar pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Kami tidak hanya fokus pada pengalaman para pelari, tetapi juga memastikan setiap aktivitas memberi manfaat bagi lingkungan,” ujar Baron.

Baca Juga: Tiket Kereta Nataru Mulai Diserbu, KAI Ajak Masyarakat Manfaatkan Promo 30 Persen

Baron menekankan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan masyarakat setiap hari. ***

Halaman:

Tags

Terkini