rilis-bumn

Penguatan Tata Kelola Keselamatan Eksplosif, Pertamina Hulu Mahakam Gelar Forkomex 2025

Sabtu, 29 November 2025 | 08:00 WIB
PHM menjadi tuan rumah Forkomex 2025 di Yogyakarta, menghadirkan pembaruan regulasi, teknologi keselamatan bahan peledak, serta komitmen peningkatan standar operasi migas nasional. (Dok. PHM)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menjadi tuan rumah Workshop Safety Gudang dan Bahan Peledak Semester II Tahun 2025 yang berlangsung pada 11–12 November 2025 di Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin Forum Komunikasi Eksplosif (Forkomex) Kalimantan–Sulawesi dan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi teknis.

serta memperbarui standar keselamatan bahan peledak yang mendukung kegiatan industri hulu migas.

Baca Juga: Magang BUMN Legal di Perusahaan Distribusi Farmasi, Kimia Farma Beri Kesempatan Untukmu yang Ingin Belajar Hukum!

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan & Sulawesi, Azhari Idris, dalam sambutannya menyampaikan optimisme terhadap masa depan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

“Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum besar bagi wilayah Kalimantan dan Sulawesi, yang diprediksi akan menjadi pusat produksi migas nomor satu di Indonesia."

"Dua cadangan migas baru yang telah ditemukan akan memainkan peran strategis bagi ketahanan energi nasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Energi Tak Terputus, Pertamina All Out Bantu Penanganan Banjir di Sumatera

Ia menambahkan bahwa Forkomex diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi teknis yang kuat guna mendukung seluruh kegiatan operasional migas serta memastikan tata kelola bahan peledak tetap aman dan sesuai prosedur.

Workshop resmi dimulai dengan pengukuhan Pengurus Forkomex periode 2025–2028 yang mengusung visi “Mewujudkan forum profesional yang menjamin operasi migas berjalan aman, patuh regulasi, dan mendukung pencapaian produksi nasional.”

Visi tersebut membawa arah baru bagi penguatan koordinasi lintas instansi, terutama dalam menjaga keamanan pengelolaan bahan peledak yang menjadi bagian vital proses pengeboran migas.

Baca Juga: Rahasia Membuat CV yang Menarik Bagi Fresh Graduate Tanpa Pengalaman Magang

Dengan demikian, forum diharapkan semakin relevan dalam menciptakan lingkungan kerja migas yang lebih terstandar dan profesional.

Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menegaskan bahwa workshop ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, melainkan juga momentum untuk membangun sinergi lintas lembaga dalam penguatan standar keselamatan operasional.

“Kami meyakini bahwa peningkatan kompetensi, pemahaman regulasi, serta pemanfaatan teknologi terbaru yang dibahas dalam forum ini akan memberikan dampak langsung terhadap terciptanya operasi yang lebih selamat, aman, efisien, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini