Ia menambahkan bahwa sektor migas memiliki risiko tinggi, sehingga kolaborasi seperti ini menjadi pondasi untuk menghadirkan integritas dan kualitas terbaik pada seluruh rantai operasi.
Selama dua hari, peserta workshop menerima pemaparan lengkap mengenai pembaruan regulasi hingga aspek teknis pemusnahan bahan peledak.
Hadir sebagai narasumber dari SKK Migas Pusat, M. Erwin Kurniawan dan Muti S. Desrini yang menjelaskan secara detail terkait proses pemusnahan Barang Milik Negara (BMN)/Non-Asset, pengelolaan fasilitas pergudangan, serta penguatan kepatuhan terhadap aturan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) maupun Pedoman Tata Kerja (PTK) terbaru.
Baca Juga: 4 Kawasan Kuliner Kali Lima yang Bisa Dijelajahi di Ho Chi Mihn City, Vietnam
Materi ini menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh kegiatan terkait eksplosif berjalan aman, tertib, dan sesuai regulasi.
Selain regulasi, perusahaan-perusahaan service turut mempresentasikan inovasi berteknologi tinggi untuk menunjang keselamatan dan efisiensi operasi migas.
Beberapa teknologi yang diperkenalkan antara lain reactive liner, non-explosive cutter, addressable system, hingga combo unit hasil karya anak bangsa.
Baca Juga: Tiket PELNI Diskon 20% Sepanjang Libur Nataru 2025/2026, Simak Promonya
Beragam inovasi tersebut membuka peluang percepatan transformasi digital dan modernisasi tata kelola bahan peledak demi menghadirkan operasi lapangan yang lebih presisi dan minim risiko.
Forkomex juga menegaskan kembali komitmen kerja periode 2025–2028 yang meliputi pencapaian Zero Incident, peningkatan kompetensi personel, kelancaran operasi tanpa hambatan regulasi, hingga percepatan transformasi digital dalam pengelolaan bahan peledak.
Seluruh tujuan ini untuk memastikan kontribusi optimal sektor migas terhadap target produksi nasional. ***