"Apa yang kita tanam sekarang, buahnya akan dinikmati masyarakat sebagai sumber pangan dan penghidupan yang berkelanjutan," ujarnya.
Inisiatif ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, Poin 14 mengenai Ekosistem Laut, serta Poin 15 tentang Ekosistem Daratan.
Baca Juga: Dari Heritage ke Arena Seru: Shooting Games Kini Hadir di Museum KA Ambarawa
Ramon menambahkan bahwa keberlanjutan sejatinya tidak hanya bertumpu pada angka dan indikator kinerja.
"Tentang bagaimana kita saling menguatkan, mengajak, dan menginspirasi untuk menjaga bumi bersama.
"Melalui kolaborasi antara perusahaan, komunitas lokal, sekolah, dan relawan, kita membuktikan bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama," ungkapnya.
Baca Juga: PLN EPI Sabet 10 Penghargaan Global LACP Spotlight dan Inspire Award 2025
Sinergi PHE ONWJ dan Elnusa dalam aksi lingkungan hari itu mencerminkan semangat “One Pertamina” yang hadir langsung di tengah masyarakat.
“Penanaman 5.600 mangrove tersebut merupakan investasi jangka panjang.
"Sebuah ikhtiar kita untuk memastikan bahwa anak cucu di Sukajaya tidak mewarisi pesisir yang rusak, melainkan ekosistem yang pulih dan mampu menghidupi mereka,” tutup Pinto.
Baca Juga: Bantuan Bank Mandiri Mengalir ke Sumatera. Ribuan Paket Darurat untuk Warga yang Membutuhkan
Program Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) menjadi inisiatif CSR unggulan PHE ONWJ yang berfokus pada penanganan abrasi secara terintegrasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pesisir Karawang, mengombinasikan pelestarian lingkungan (penanaman mangrove dan pemasangan alat pemecah ombak) dengan pengembangan kawasan eduwisata serta UMKM olahan mangrove.***