"Tantangan ini mendorong PHSS untuk menerapkan strategi operasi terintegrasi yang mengedepankan keselamatan, kepatuhan, serta lindungan lingkungan,” jelasnya.
Baca Juga: Telkomcel Connect: Perayaan 13 Tahun Hadir untuk Timor-Leste
Selain kondisi lingkungan, tantangan geologi turut memengaruhi operasional. Struktur reservoir di wilayah ini tercacah akibat aktivitas tektonik sehingga terdapat banyak patahan kecil yang memisahkan satu reservoir dari yang lain.
Reservoir yang berada di bawah area badan air juga memerlukan desain sumur khusus agar tujuan produksi terpenuhi.
”Kondisi ini memerlukan perencanaan yang komprehensif agar pengambilan sumber daya tersebut lebih maksimal,” ungkap Imam.
Baca Juga: Sehari di Kota Tua, Petualangan Ringan Melalui Tur Gratis
Manager Subsurface Development Area 1 Zona 9, Magfirah Rajab, menambahkan bahwa evaluasi terus dilakukan untuk mengoptimalkan perolehan migas, termasuk di area Dondang.
“Evaluasi yang komprehensif terus dilakukan untuk mengoptimalkan perolehan Minyak dan Gas di Area 1 PHSS."
"Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi dengan semua dinamika yang diharapakan dapat menjadi peluang untuk berinovasi sehingga target perusahaan dapat tercapai,” ujarnya.
Baca Juga: PLN EPI Pacu Transisi Energi Lewat Co-firing Biomassa Sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu
Ke depan, PHSS akan tetap melanjutkan strategi pengembangan area Dondang secara bertahap dan sesuai prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Melalui koordinasi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, PHSS berkomitmen memastikan operasi tetap aman, andal, serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. ***