Kabar BUMN — Kompas Lestari, kelompok pengelola sampah sinergi PHE Ogan Komering di Desa Makartitama, menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.
Program ini mengubah persoalan sampah organik menjadi peluang bernilai ekonomi dan mendorong desa lebih bersih serta mandiri.
Melalui inovasi bersama warga, Kompas Lestari menghadirkan Rumah Pusat Studi Budidaya Maggot sebagai pusat edukasi dan praktik pengolahan sampah organik.
Baca Juga: Rekomendasi Liburan Malam Paling Meriah di Malang Night Paradise!
Dari fasilitas ini lahir berbagai produk bernilai jual, seperti pupuk cair organik, pupuk kasgot, pelet dan tepung maggot, hingga enzim penggemuk ternak.
Bahkan cangkang maggot dimanfaatkan menjadi pelet biomassa sebagai alternatif energi ramah lingkungan.
Keberadaan Rumah Maggot tidak hanya memberi manfaat langsung bagi warga, tetapi juga bepeluang direplikasi desa lain.
Baca Juga: Makin Awal, Makin Hemat! DAMRI Berikan Diskon Spesial di Awal Bulan Desember 2025
Modul pembelajaran khusus disusun agar proses replikasi berjalan lebih mudah, sementara sekolah-sekolah mulai memasukkan edukasi lingkungan ke dalam kegiatan belajar, menanamkan kesadaran sejak dini bahwa limbah dapat menjadi sumber daya.
Perubahan tidak hanya terlihat pada lingkungan fisik, tetapi juga pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat.
Lebih dari 30 warga kini terlibat aktif dalam rantai produksi maggot dan produk turunannya.
Baca Juga: TASPEN Tegaskan Layanan Seluruhnya Gratis dan Peringatkan Maraknya Penipuan Panggilan Video
Pendapatan meningkat 20 hingga 30 persen, menciptakan sumber ekonomi alternatif yang sebelumnya tidak terpikirkan.
Kelompok perempuan dan pemuda pun menjadi bagian penting dalam pengembangan produk, memperkuat kolaborasi lintas generasi dan membangun kelembagaan Kompas Lestari yang makin solid.