rilis-bumn

Kolaborasi PHE Ogan Komering dan Warga Hadirkan Kompas Lestari, Motor Penggerak Desa Hijau Masa Depan

Rabu, 3 Desember 2025 | 06:00 WIB
Panen budidaya maggot.

Berbagai produk turunan yang dihasilkan dari budidaya maggot.

Volume sampah organik di desa tidak hanya berkurang hingga 70 persen, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah mengalami peningkatan.

Baca Juga: Gabung Magang Perpajakan di BUMN: Peluang Berharga untuk Mahasiswa S1

Pemanfaatan pelet biomassa dari cangkang maggot juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar gas serta mendukung upaya penurunan emisi karbon.

Muhibat, Kepala Desa Makartitama melihat perubahan ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan desanya. Masyarakat kini mampu mengelola sampah sebagai sumber penghidupan baru.

“Selain memberi manfaat, Kompas Lestari juga menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan hal serupa,” ungkapnya.

Baca Juga: Bio Farma Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Barat

Bagi PHE Ogan Komering, lanjut Karyanto, keberhasilan ini mencerminkan komitmen perusahaan menghadirkan Creating Shared Value (CSV) dan mendukung berbagai tujuan pembangunan berkelanjutan. Terutama bidang pekerjaan layak, pembangunan desa berkelanjutan, konsumsi bertanggung jawab, hingga aksi iklim.

Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pendekatan partisipatif dan inovatif mampu membawa manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Manager CID PHR Regional 1 Iwan Ridwan Faizal menyebutkan perusahaan terus berupaya menghadirkan program inovatif untuk masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga: Bali Beach Hotel & The Meru Sanur Hadirkan Pekan Kuliner Italia Kelas Dunia Bertajuk Sapori D’Italia

“Harapannya, program ini dapat menjadi inisiator yang baik dan ke depan bisa direplikasi di lokasi lain agar pengelolaan sampah organik semakin masif dan bernilai ekonomis bagi masyarakat,” ungkap Iwan.

Sementara itu, Pjs Field Manager PHE Ogan Komering Juli Karyanto menilai program ini menumbuhkan kesadaran dan kemandirian warga. “Ketika masyarakat berdaya, keberlanjutan akan tumbuh dari akar,” ujarnya.

Melalui sinergi dan inovasi, Kompas Lestari membuktikan bahwa dari limbah dapat lahir kesejahteraan, dan dari desa dapat tumbuh peradaban hijau yang berkelanjutan.

Baca Juga: BULOG Tegaskan Kesiapan Stok Beras untuk Antisipasi Bencana di Sumatera

Halaman:

Tags

Terkini