Modul pertama, Pelatihan Legalitas dan Regulasi Usaha, dibawakan oleh Alif Abdurrahman yang mengupas tuntas aspek hukum dalam menjalankan usaha.
Baca Juga: Cara Sederhana Ngusir Malas Kerja Biar Produktif Lagi
Rahmat memaparkan bahwa modul ini memungkinkan peserta memahami urgensi legalitas usaha serta mendapatkan pendampingan dalam pengurusan izin dan pengetahuan mengenai hak serta kewajiban mereka.
Rahmat juga menambahkan bahwa modul kedua, Pelatihan Fotografi dan Pembuatan Konten Promosi, disampaikan oleh Deta Widyananda.
Modul ini memberikan pembekalan mengenai teknik pengambilan foto produk secara profesional, pembuatan konten yang menarik, hingga strategi promosi digital yang efektif.
Materi tersebut dirancang untuk menjawab tantangan UMK dalam menghadapi persaingan pemasaran di ranah digital.
Program ini semakin berbeda dengan adanya pendekatan from class to market yang diterapkan Zona 12 PEPC.
Setelah menerima pembelajaran intensif, peserta dapat mempraktikkan langsung hasil pelatihan melalui keikutsertaan dalam dua acara, yaitu Festival Banyu Urip dan Pagelaran Seni Budaya Desa Kaliombo.
Baca Juga: Hunting Foto di Plunyon Kalikuning, Destinasi Andalan Lereng Merapi
Aktivitas ini tidak hanya memberi ruang bagi peserta untuk menguji strategi pemasaran digital, tetapi juga membuka peluang memperluas jejaring usaha.
Selanjutnya, Rahmat Drajat menegaskan bahwa UMK Academy merupakan bentuk investasi jangka panjang Pertamina dalam memperkuat kemandirian ekonomi.
Ia menyampaikan, "Kami tidak hanya ingin menciptakan pelaku UMK yang mampu bertahan, tetapi yang mampu tumbuh dan bersaing di kancah yang lebih luas."
Baca Juga: Hutama Karya, BUMN Infrastruktur Andal, Raih Apresiasi Nasional Sutami Award
"Melalui program ini, kami ingin membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, UMK lokal mampu bersaing bahkan di pasar global," ujarnya.