Dari posko keberangkatan di Teluk Bayur tercatat 53 penumpang terdiri dari relawan, sopir, dan operator alat berat, serta 21 kendaraan menuju Sibolga.
Baca Juga: Siap Level Up Kariermu? PT MUM Sedang Cari Staf Operasional Berpengalaman
Muatan mencakup 1 sepeda motor, 1 mobil pribadi, 3 pick-up, 9 truk, dan 7 alat berat excavator PC 200/210 long arm.
Seluruh penumpang dan kendaraan yang membawa bantuan dibebaskan dari biaya tiket sebagai bentuk komitmen ASDP terhadap misi kemanusiaan.
Kolaborasi dan Solidaritas Jadi Kunci
Baca Juga: Jajanan Musim Dingin yang Mudah Ditemukan di Kaki Lima Korea Selatan
General Manager ASDP Cabang Padang Hari Gunanto menjelaskan bahwa keberangkatan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan berbagai pihak di lapangan.
“Kami berkolaborasi erat dengan Pelindo Regional 2 Teluk Bayur selaku operator pelabuhan untuk memastikan kelancaran bongkar muat, pengaturan antrian, dan kesiapan dermaga.
"Pelindo memberikan dukungan penuh sejak proses tambat hingga fasilitas operasional di pelabuhan,” ujarnya.
Baca Juga: Bantuan dari Kementerian ESDM dan PLN Disambut Haru Warga Desa Blang Panjoe Aceh
Ia menambahkan bahwa sinergi BUMN Karya juga berperan signifikan dalam teknis pengiriman bantuan.
“Banyak bantuan alat berat dan logistik yang dikirim melalui jaringan BUMN Karya.
"Mereka sangat responsif dan siap bergerak cepat, sehingga proses konsolidasi logistik di Padang dapat dilakukan tanpa hambatan berarti,” jelasnya.
Selain dukungan lembaga resmi, masyarakat juga menjadi kekuatan besar dalam operasi solidaritas ini.
Sejak hari pertama bencana, warga dari berbagai wilayah di Sumatera Barat —Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, hingga komunitas perantau Sumut — bahu-membahu menghimpun bantuan berupa air minum, pakaian layak, bahan pokok, hingga perlengkapan bayi.