Adapun kegiatan ini dibuka dengan sesi permainan interaktif yang diarahkan oleh Dewi Astria Anitasari, SH, selaku Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama, Khusnul Khatimah, selaku Operator, dan Arpinah, selaku Konselor.
Setelah sesi permainan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi tentang kekerasan seksual dan tindakan perundungan atau bullying yang kerap terjadi dan dilakukan oleh pelajar.
Kegiatan ini disambut baik dan diikuti dengan sangat antusias oleh seluruh peserta.
Melalui rangkaian kegiatan ini pula, siswa dan siswi menjadi tergerakkan untuk menjadi berani dalam berbicara, mengutarakan pendapat, ataupun speak up terhadap permasalahan yang acap kali terjadi di lingkungan sekolah, yakni tentang kekerasan.
Baca Juga: Tanah Lot-nya Sukabumi, Pantai Karang Gantungan Tawarkan Suasana Wisata Ala Bali
Dengan demikian, mewujudkan Generasi Emas 2045 bukanlah sekadar mimpi belaka, melainkan sebuah harapan yang bisa diraih dengan langkah kolaborasi dan langkah nyata.***