Salah satu peserta, Wahyu Kurniawan dari Kabupaten Bengkalis, menyampaikan rasa syukur dan tekadnya.
Warga asli Sakai tersebut menyebut kesempatan ini begitu bermakna baginya dan komunitasnya.
Baca Juga: Pertamina Salurkan 45.000 Liter Air Bersih Siap Minum ke Aceh Tamiang
"Yang membuat perjalanan ini semakin bermakna adalah karena bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk membawa harapan dan perubahan positif bagi masyarakat Suku Sakai.
"Alhamdulillah, dengan diterimanya saya di training ini, rasanya seperti pintu harapan baru terbuka.
"Saya merasa bangga dan bersyukur karena bisa mewakili suku saya untuk melangkah lebih jauh," ujarnya.
Baca Juga: Eksplorasi Sumba Timur, Rekomendasi 5 Tempat Wisata yang Tidak Boleh Dilewatkan
Ia menambahkan, “Dan semoga saya bisa menjadi contoh yang baik serta membuka jalan bagi generasi berikutnya agar semakin banyak anak-anak dari Suku Sakai yang berani bermimpi dan mampu meraih masa depan yang lebih baik.”
Aldi Putra dari Pekanbaru juga menyampaikan rasa haru dan semangat barunya.
“Saat ini perasaan saya sangat senang sekaligus termotivasi untuk memberikan yang terbaik.
Baca Juga: Mandiri Perkuat Ekspansi Ekosistem Digital Lewat Inovasi Livin’
"Saya sadar bahwa diterima hanyalah awal dari perjalanan yang lebih besar, sehingga saya ingin terus belajar dan berkembang.
"Harapan saya ke depan adalah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan kontribusi nyata.
"Saya ingin pengalaman ini menjadi pijakan untuk masa depan yang lebih baik, baik untuk diri saya sendiri maupun keluarga,” ucapnya.
Baca Juga: BULOG Perkuat Akses Beras SPHP ke Wilayah Pegunungan Papua Jelang Nataru