"Dukungan yang kami harapkan dapat diterima dari kerja sama ini dapat dibagi kedalam dua aspek, yaitu program yang berkaitan dengan dekarbonisasi dan bisnis rendah karbon.
Baca Juga: Promo DAMRI Terbaru di Tanggal Cantik: Potongan 20% untuk Tiket ke Banyak Kota
"Tantangan kami di Pertamina adalah bagaimana mengoptimalkan sumber daya dalam negeri dan sekaligus mengurangi emisi karbon," ujarnya.
Emma menambahkan, misi Pertamina, di mana untuk memastikan pasokan energi, merupakan prioritas utama, tetapi kita juga harus mampu mengurangi emisi karbon.
Baca Juga: Lokasi Terbaik di Bali untuk Malam Pergantian Tahun Tanpa Keramaian
"Hal ini merupakan mandat yang diberikan oleh pemerintah ke pada Pertamina sebagai perusahaan minyak nasional untuk mengoptimalkan potensi sumber daya Indonesia dalam rangka melaksanakan misi-misi ini,” ujarnya.
Pertamina juga menilai GIZ memiliki akses luas terhadap sumber-sumber pendanaan internasional.
Kolaborasi ini diharapkan membuka jalan bagi Pertamina untuk menuju pembiayaan hijau serta berbagai skema pendanaan dengan fitur fasilitas pengurangan risiko yang dibutuhkan oleh proyek-proyek hijau yang belum sepenuhnya layak secara komersial.
Baca Juga: Papua Masuki Era Digital Baru Berkat Hadirnya Data Center Lokal
“Pertamina memiliki banyak sekali inisiatif dan aspirasi yang dapat diaktualisasikan di bawah kerja sama ini. Dengan adanya MoU ini, Pertamina dan GIZ optimis dapat memperkuat ekosistem transisi energi nasional sekaligus mendorong terciptanya model bisnis baru berbasis rendah karbon yang berdaya saing tinggi secara global,” tambah Emma.
Country Director GIZ for Indonesia ASEAN, Hans-Ludwig Bruns, menyambut baik kolaborasi dengan Pertamina dimana memiliki visi yang sama terkait transisi energi dan energi hijau. Sebelumnya GIZ juga sudah bekerja sama dengan beberapa anak perusahaan Pertamina di sektor kesehatan dan energi.
”Kami menyambut positif inisiatif dari PERTAMINA untuk menjalin kerjasama dalam proyek–proyek berkelanjutan.
Baca Juga: Lokasi Terbaik di Bali untuk Malam Pergantian Tahun Tanpa Keramaian
"Kami berkomitmen untuk mendukung studi teknis, pengembangan kapasitas, dan fasilitasi teknologi yang diperlukan guna membantu menjadikan Pertamina Group sebagai pionir transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.” ujar Hans-Ludwig-Bruns.
Pertamina terus berkomitmen untuk mempercepat transisi energi, mengimplementasikan program-program keberlanjutan dalam rangka mendukung pencapaian target Net Zero Emissions pemerintah Indonesia pada tahun 2060.
Perusahaan menyadari pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan lembaga internasional seperti GIZ, untuk mengatasi tantangan dan memastikan implementasi inisiatif yang tepat waktu dan efektif.