rilis-bumn

Pertamina Optimalkan Distribusi Energi ke Bener Meriah Lewat Pengiriman LPG Metode Sling Load

Kamis, 11 Desember 2025 | 06:40 WIB
Pertamina kirim 72 tabung LPG ke Bener Meriah lewat metode sling load, percepat distribusi energi saat akses darat terputus akibat bencana. (Dok. Pertamina)

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan bahwa percepatan distribusi ini merupakan hasil kerja bersama dengan seluruh pihak terkait.

Baca Juga: Produksi PHR Zona 4 Melaju Kencang, Naik Sepuluh Kali Berkat Development Drilling

Ia menyampaikan, “Di lapangan, kami tidak bekerja sendiri. Upaya mempercepat distribusi LPG ke Bener Meriah ini bisa terjadi karena gotong royong dan koordinasi yang kuat, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.”

Pengiriman dilaksanakan menggunakan helikopter Sikorsky S-61A yang berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.

Setelah satu jam terbang, helikopter tiba di Bandara Malikussaleh dan langsung mengangkat paket pertama tanpa mendarat untuk mempercepat proses menuju Bandara Rembele, Bener Meriah.

Baca Juga: Telaga Biru Samares di Biak: Tempat Sederhana yang Menawarkan Keindahan Maksimal

Setelah selesai mengantarkan paket pertama, helikopter kembali lagi untuk membawa paket kedua dan ketiga tanpa jeda panjang, sebagaimana setiap menit sangat berarti bagi masyarakat yang menunggu suplai energi tersebut.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menjelaskan bahwa total 72 tabung Bright Gas dikemas dalam tiga paket, masing-masing berisi 24 tabung untuk kebutuhan dapur umum, posko pengungsian, dan warga terdampak.

Ia menuturkan, “Setiap pengiriman tabung LPG disusun tegak atau vertical dengan valve menghadap keatas dan diatas palet yang dilengkapi cargo net agar stabil saat handling dan landing."

Baca Juga: Golo Mori Mantapkan Frontliner Berkompetensi Tinggi untuk Dongkrak Daya Saing Kawasan

"Pengiriman dengan metode sling load ini telah kami koordinasikan dan dianalisa oleh BNPB dan HSSE Pertamina tingkat keamanannya”.

Selain mengoperasikan pesawat perintis dan pesawat Hercules sejak 3 Desember, penggunaan helikopter dengan metode sling load menjadi langkah baru dalam mempercepat penyaluran energi ke pusat-pusat bantuan.

Baron menambahkan, “Kami akan melakukan segala cara termasuk dengan berbagai moda udara untuk membawa energi yang dapat menghidupkan dapur umum, menghangatkan makanan, dan membantu aktivitas kebutuhan dasar warga di tengah keterbatasan”.

***

Halaman:

Tags

Terkini