Kabar BUMN - Stunting masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan bergizi serta minimnya pengetahuan gizi keluarga.
Kondisi tersebut semakin diperburuk oleh rendahnya konsumsi protein balita, pola makan kudapan yang tidak seimbang, dan praktik pemberian makan yang belum optimal di tingkat rumah tangga.
Menjawab persoalan tersebut, PERURI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan Tinggi Protein bagi Balita Stunting.
Inisiatif yang telah berjalan selama tiga tahun sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) PERURI ini dirancang untuk memperkuat intervensi gizi spesifik dan sensitif bagi balita berisiko stunting, sekaligus memastikan dampak positif berkelanjutan di tingkat desa.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis antara PERURI, Program Studi Gizi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Pemerintah Desa Parungmulya, dan Puskesmas Ciampel.
Sinergi multipihak yang kini memasuki tahun ketiga ini kembali diresmikan pada Kamis (11/12) bertempat di Kantor Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.
Desa Parungmulya dipilih sebagai wilayah prioritas penanganan stunting di Kabupaten Karawang.
Hasil pemantauan menunjukkan masih ditemukannya balita dengan kondisi gizi yang memerlukan perhatian khusus.
Stunting bukan hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas jangka panjang, serta meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa mendatang.
Baca Juga: Aroma Wangi Kopi Fidia, Wujud Komitmen PHR Berdayakan Disabilitas yang Inklusif dan Berdaya
Dalam implementasinya, PERURI bersama aparat desa, perguruan tinggi (Universitas Singaperbangsa Karawang), serta instansi daerah seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan BKKBN menjalankan serangkaian kegiatan komprehensif.
Program ini mencakup sosialisasi dan studi pendahuluan, skrining status kesehatan dan penyediaan obat, pengembangan serta pelatihan menu makanan, konseling gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi, hingga penyebarluasan informasi kepada masyarakat.