Keberhasilan ini diharapkan membuka peluang pengembangan CEOR di area lain Wilayah Kerja Rokan, mulai dari Minas Area B, C, dan D hingga Balam South, Balam, Bangko, serta Petani.
Dari sisi produksi, proyek CEOR diproyeksikan menyumbang sekitar 70 ribu barel minyak per hari pada 2030, dengan potensi mencapai puncak produksi hingga 200 ribu barel minyak per hari pada 2036.
Baca Juga: 15 Ucapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang Simpel, Cocok untuk Pesan Singkat
Capaian tersebut diyakini memberi dampak besar, tidak hanya bagi kinerja PHR dan Pertamina, tetapi juga terhadap ketahanan energi nasional, peningkatan penerimaan negara, serta penguatan kemampuan teknologi dalam negeri.
Lapangan Minas yang dikenal sebagai penghasil Sumatra Light Crude memiliki luas 204,37 km² dengan 1.243 sumur aktif dan rata-rata produksi harian sekitar 29 ribu barel minyak per hari.
Seluruh produksi Zona Rokan dialirkan melalui jaringan pipa menuju Hydrocarbon Transportation Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai sebelum disalurkan ke kilang Pertamina. ****