Kenaikan arus logistik juga terlihat di lintasan Bali–Jawa. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyampaikan bahwa Posko Gilimanuk mencatat pergerakan truk mencapai 2.336 unit atau melonjak 43,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Asuransi Jasindo Buka Magang Learning & Development, Terbuka untuk Mahasiswa
Total penumpang naik 4,4 persen menjadi 22.846 orang, sementara jumlah kendaraan tercatat 6.456 unit atau meningkat 12,2 persen, mencerminkan kuatnya arus distribusi di tengah prediksi puncak Nataru.
Dari arah Jawa menuju Bali, meski pergerakan kendaraan non-logistik dan penumpang relatif menurun dengan total 24.432 orang, arus truk tetap menunjukkan pertumbuhan.
Pada H-2, jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang tercatat 2.294 unit, atau naik 26,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP menyiapkan sejumlah strategi operasional guna menjaga kelancaran arus logistik.
Upaya yang dilakukan meliputi pengalihan truk golongan VII hingga IX ke BBJ Bojonegara, pengaturan kendaraan golongan II, III, dan VIB menuju Ciwandan, serta penerapan delaying system melalui beberapa buffer zone untuk mengurangi kepadatan di area pelabuhan.
Berbagai langkah tersebut dinilai efektif dalam menjaga kelancaran penyeberangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, saat melakukan peninjauan ke Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara pada Rabu dini hari (24/12), menyatakan bahwa arus penyeberangan lintas Jawa–Sumatera berada dalam kondisi terkendali.
“Penyeberangan Jawa–Sumatera hingga saat ini dinilai berjalan dengan baik. Kondisi di Ciwandan juga terpantau lancar,” ujar Menhub.
Dengan mengedepankan semangat pelayanan sepenuh hati, ASDP terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pola operasional agar distribusi logistik tetap lancar.
Di tengah padatnya libur akhir tahun, ASDP memastikan roda distribusi nasional terus berputar demi menjaga pasokan, mendukung perekonomian, dan menghubungkan Indonesia antarpulau. ***