Kabar BUMN - PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Regional Internasional, anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream, mencatatkan tonggak penting dalam ekspansi global dengan merealisasikan pengapalan perdana (first lifting) minyak mentah sebesar 1 juta barel menuju Indonesia.
Pengapalan dilakukan dari Port Arzew, Oran, Aljazair, pada 24 Desember 2025.
Pengapalan tersebut menjadi produksi pertama di bawah perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Blok 405A, yang memastikan keberlanjutan operasi Pertamina di Aljazair selama 25 tahun ke depan.
Baca Juga: Program Stimulus PELNI Diminati Masyarakat, Diskon Tiket Tersisa 32 Persen
Keberhasilan ini sekaligus merepresentasikan semangat “Bring the Barrel Home” dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Hubungan komersial antara SONATRACH dan PERTAMINA telah terjalin lebih dari 25 tahun dan mencerminkan kemitraan strategis yang berkelanjutan serta berorientasi pada penciptaan nilai bersama.
Kerja sama ini bermula pada periode 2002–2003 melalui kontrak tahunan, kemudian berlanjut dengan fleksibilitas transaksi spot pada 2006–2013, hingga memasuki fase ekspansi signifikan sejak 2014 melalui akuisisi hak pengelolaan Menzel Lejmat (MLN).
Menjelang pelaksanaan lifting, kedua perusahaan menandatangani Lifting Service Contract pada 22 Desember 2025 di Kantor Pusat Sonatrach.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Algeria EP (PAEP) Jon Erwin dan VP Commercialization Sonatrach Mayouf Belgacem.
Acara ini disaksikan langsung oleh President & CEO Sonatrach Noureddine Daoudi, Duta Besar RI untuk Aljazair Chalief Akbar, serta Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Happy New Year 2026 untuk Sambut Tahun Baru Lebih Meriah
Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Pertamina di kancah migas internasional.
“Kami menjalankan amanah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui praktik operasional yang unggul dan berkelanjutan di Aljazair,” ujarnya.