Di sisi lain, arus dari Bali menuju Jawa menunjukkan dinamika berbeda.
Baca Juga: Liburan Nataru Tanpa Khawatir Hujan, Menjelajah Wahana Indoor di Trans Studio Bandung
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Jawa tercatat 27.090 orang, turun 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, volume kendaraan justru meningkat menjadi 7.530 unit atau naik 1,6 persen dibandingkan realisasi sebelumnya.
Untuk menjaga kelancaran layanan di tengah fluktuasi arus tersebut, ASDP menerapkan pola operasional adaptif di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Baca Juga: Sudah Tukar Telkomsel Poinmu? Poin Festival 2025 Buka Peluang Menang Hadiah Premium di Akhir Tahun
Dalam kondisi normal, sebanyak 28 kapal dioperasikan, dan jumlahnya ditingkatkan hingga 34 kapal saat terjadi kepadatan tinggi.
Skema ini diterapkan untuk meminimalkan antrean dan menjaga ritme layanan tetap stabil.
Dari sisi infrastruktur, Pelabuhan Ketapang memiliki kapasitas tampung hingga 2.370 kendaraan kecil, sementara Pelabuhan Gilimanuk mampu menampung 1.335 kendaraan kecil.
Baca Juga: Butuh Inspirasi Kata? Ini 15 Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 yang Mudah Dipakai
Operasional lapangan juga diperkuat dengan kesiapsiagaan personel, masing-masing sekitar 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk, demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.
Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+2 Natal, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 283.267 orang, turun 5,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 299.241 orang, sementara total kendaraan meningkat menjadi 80.886 unit atau naik 2,6 persen.
Adapun arus dari Jawa ke Bali mencatat total penumpang 303.595 orang, turun 5,3 persen, dengan total kendaraan mencapai 81.795 unit atau naik 0,6 persen dibandingkan tahun lalu.
Dengan tren arus balik yang mulai terbentuk dan puncak pergerakan pada malam Tahun Baru yang semakin dekat, ASDP menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh layanan penyeberangan Jawa–Bali tetap berjalan optimal, aman, dan terkendali demi menjaga konektivitas nasional di momen krusial akhir tahun.***