"Tapi mau bagaimana lagi. Begitu Pertamina kasih air masuk, alhamdulillah, sekarang sudah bisa digunakan untuk semua keperluan. Kami sangat bersyukur,” ungkapnya.
Baca Juga: Promo Pulang–Pergi DAMRI Masih Berlaku, Nikmati Diskon 5% di Seluruh Rute AKAP Sampai 5 Januari 2026
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama Pertamina Peduli karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Sejak 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Pertamina telah menyalurkan sekitar 1,7 juta liter air bersih kepada warga Aceh Tamiang.
Distribusi dilakukan secara bergilir menggunakan 191 unit mobil tangki ke berbagai wilayah di kabupaten tersebut.
Baca Juga: Loker BUMN Januari 2026, PT MUM Buka Posisi di Jakarta untuk Lulusan D3 Semua Jurusan
Selain distribusi air bersih secara periodik selama masa transisi darurat, Pertamina juga secara bertahap melakukan pemulihan sumber air milik warga.
“Permasalahan air bersih masih dihadapi masyarakat, sehingga kami tidak hanya menyalurkan air, tetapi juga mengaktifkan kembali sumur-sumur warga agar akses air bersih dapat tersedia secara berkelanjutan,” tambahnya.
Program sanitasi air ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga: 7 Oleh-Oleh Wajib dari Banyuwangi, dari Camilan, Kerajinan, hingga Cinderamata
Bekerja sama dengan Wanadri dan TNI, hingga kini Pertamina telah berhasil mereaktivasi 12 sumur di berbagai titik di Kabupaten Aceh Tamiang.
Lokasi tersebut meliputi Posko Pertamina Peduli di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Desa Seumadam, Desa Kejuruan Muda, Karang Baru, Desa Babo, Desa Bandar Pusaka, serta Kota Kualasimpang.
Tak hanya air bersih, Pertamina Peduli juga menghadirkan Posko Medis yang bersiaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak.
Baca Juga: Tiket PELNI Masih Diskon 20 Persen hingga 10 Januari 2026, Simak Promonya
Posko Medis yang berlokasi di Simpang Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang menjadi tumpuan warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan pascabencana.