rilis-bumn

Dari Tanjung Perak, PELNI Awali Pelayaran Tol Laut Tahun 2026

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:30 WIB
PELNI resmi memulai program Tol Laut 2026 dengan melepas pelayaran perdana dari Surabaya untuk mendukung kelancaran distribusi logistik ke wilayah 3TP.

Pada tahun 2026, KM Logistik Nusantara 3 ditugaskan untuk melayani Trayek T-9 dengan rute Tanjung Perak – Wanci – Namrole – Tanjung Perak.

Baca Juga: Promo Tahun Baru Energi Baru PLN Berlaku hingga 20 Januari 2026, Jangan Sampai Ketinggalan

Trayek ini merupakan penyesuaian dari tahun sebelumnya yang melayani Trayek T-6 yaitu Tanjung Perak – Tidore – Jailolo – Tanjung Perak.

Penyesuaian trayek ini dilakukan untuk mengoptimalkan jangkauan layanan Tol Laut sesuai dengan kebutuhan distribusi logistik di wilayah tujuan.

Dengan demikian, kehadiran kapal diharapkan dapat semakin memperkuat konektivitas antarpulau serta menjamin kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok dan penting ke wilayah 3TP.

Baca Juga: PT TIMAH Lepas Aset Masjid di Sungailiat, Perkuat Peran Sosial Perusahaan

Di tahun 2026, PELNI kembali dipercaya untuk melayani 8 trayek seperti tahun sebelumnya. Jumlah tersebut mengambil porsi hampir 20 persen dari total trayek tol laut secara nasional.

"Kami juga mengajak pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan muatan balik melalui optimalisasi potensi komoditas unggulan daerah agar distribusi logistik dapat berjalan lebih seimbang dan berkelanjutan," pungkas Anda.

Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran program Tol Laut.

Baca Juga: PLN Buka Promo Tambah Daya Awal 2026, Diskon 50 Persen Bisa Dinikmati Pelanggan Rumah Tangga

Pada tahun 2026, PELNI mengoperasikan empat trayek kapal Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya untuk melayani distribusi logistik ke berbagai wilayah 3TP.

“Sepanjang tahun 2025, total muatan Tol Laut yang diberangkatkan dari Surabaya mencapai 5.697 TEUs. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 43 persen dari total produksi muatan berangkat di 2025.

"Capain ini mencerminkan peran Surabaya sebagai hub logistik nasional serta komitmen PELNI dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bapokting bagi wilayah 3TP,” tambah Roni.***

Halaman:

Tags

Terkini