Kabar BUMN – PT Pertamina Gas (Pertagas) yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina menginisiasi Program Pusaka Artha dengan memanfaatkan teknologi migas untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur pipa air di desa.
Melalui Program Pusaka Artha, Pertagas menghadirkan teknologi pigging yang selama ini digunakan dalam pembersihan pipa gas, lalu dimodifikasi menjadi teknologi tepat guna yang dapat diterapkan pada jaringan pipa air desa.
Manager Communication Relation & CSR Pertagas, Imam Rismanto menyampaikan bahwa penerapan teknologi pigging menjadi wujud komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat desa.
Baca Juga: Berlaku Januari 2026, Ini Jam Operasional dan Tarif Tiket Masuk Obelix Sea View Jogja
"Pertagas membawa teknologi yang biasa diterapkan di industri migas sebagai solusi bagi masyarakat desa dalam membersihkan jaringan pipa air yang efisien dan berkelanjutan," ujar Imam.
Ia menambahkan, dengan keunggulan yang dimiliki Pertagas dalam pengelolaan jaringan infrastruktur energi terintegrasi, perusahaan secara konsisten melakukan transfer teknologi kepada masyarakat.
Sebagai langkah awal, Pertagas menjadikan Desa Sidomulyo, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan sebagai proyek percontohan dengan menurunkan teknisi untuk menerapkan teknologi pigging secara langsung.
Baca Juga: Jelang Agenda Sejarah Dunia, Museum Timah Indonesia Mentok Dikunjungi Perwakilan Kedubes Australia
Selain itu, Pertagas juga menggelar Workshop Pengenalan Inovasi Sistem Pigging di Desa Sidomulyo. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di area Pamsimas RT 05 agar masyarakat dapat menyaksikan dan memahami praktik penerapan teknologi tersebut secara nyata.
Uji coba teknis yang dipandu oleh Teknisi Pertagas, Deka, menunjukkan hasil yang signifikan.
Dengan memanfaatkan tekanan air dari pompa untuk mendorong alat sikat khusus atau pig, proses pembersihan dapat dilakukan secara in-situ tanpa perlu bongkar pasang. Waktu pengerjaan pun menjadi jauh lebih singkat, hanya sekitar 1–2 jam dengan melibatkan 1–2 personel.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Nusa Penida, Bali, Kuat Cita Rasa Khas Klungkung
Sebelum adanya penerapan teknologi ini, pengurus Pamsimas Desa Sidomulyo kerap menghadapi berbagai kendala inefisiensi dalam proses pembersihan pipa.
Ketua Paguyuban Pamsimas RT 05, Santo, menjelaskan bahwa metode manual sebelumnya mengharuskan seluruh unit pompa dan pipa diangkat ke permukaan.