Kabar BUMN – Upaya transformasi berkelanjutan yang dijalankan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo sebagai Sub Holding PTPN III (Persero) dinilai tidak berhenti sebatas wacana.
Danantara Asset Management (DAM) menilai modernisasi bisnis sawit yang dilakukan PalmCo telah masuk tahap implementasi konkret dan menjadi landasan penting dalam memperkuat kemandirian pangan, energi, serta kedaulatan ekonomi nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, saat melakukan kunjungan kerja perdananya ke PTPN IV Regional III.
Baca Juga: Jawab Tingginya Kebutuhan Rawat Inap di Pantura, IHC RS Pelabuhan Cirebon Bangun Gedung Baru
Kunjungan ini berlangsung di Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Pagar, Riau, pada Rabu, dengan dihadiri Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, serta jajaran manajemen regional.
“Transformasi di sektor perkebunan tidak cukup berhenti pada perencanaan. Yang kami lihat di sini adalah konsistensi dan keberanian mengeksekusi perubahan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ini penting untuk mendukung kemandirian pangan dan energi sekaligus kedaulatan ekonomi,” kata dia.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Riko Banardi. Ia menjelaskan bahwa kunjungan kerja tersebut menjadi sarana bagi Danantara untuk memahami secara langsung teknis bisnis sawit terintegrasi yang dijalankan PalmCo, sehingga kolaborasi sebagai pemegang saham dapat berjalan lebih optimal ke depan.
"Saya bangga sekaligus sangat impressed dengan PTPN IV PalmCo. Pertama, Bottomline PalmCo sangata jelas. Impact dan output seperti apa, itu jelas. Kedua, saya bangga Pak Jatmiko bisa menyeimbangkan digitalisasi, mekanisasi, dan manusianya," paparnya.
Saat ini, PalmCo mengelola lebih dari 600.000 hektare perkebunan kelapa sawit di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam agenda kunjungan tersebut, manajemen Danantara meninjau langsung rantai bisnis terintegrasi PalmCo, mulai dari pembibitan, budidaya, proses pengolahan, hingga pemanfaatan limbah sebagai sumber energi baru terbarukan.
Baca Juga: Coffee Shop Baru di Yogyakarta dengan Suasana Kekinian yang Buka di Akhir-akhir Tahun Lalu
Agenda kunjungan dimulai dari sentra pembibitan di Kebun Sei Pagar, yang merupakan satu dari tujuh sentra pembibitan sawit unggul bersertifikat di Provinsi Riau.
Fasilitas ini berperan penting dalam mendukung program peremajaan sawit rakyat yang telah berjalan sejak 2021, dengan penyaluran sekitar 2,56 juta bibit unggul kepada lebih dari 8.900 petani.