rilis-bumn

Penjualan REC PLN Tembus 6,43 TWh pada 2025, Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 16:30 WIB
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung berkapasitas 110 megawatt (MW). PLTP ini menjadi salah satu pembangkit PLN yang berkontribusi terhadap layanan REC PLN. (Dok. PLN)

“Sebagai tulang punggung penyedia EBT nasional, PLN berkomitmen meningkatkan daya saing industri dengan menyediakan layanan listrik hijau yang 100% dipasok oleh pembangkit EBT kami melalui REC.

Baca Juga: Gelar Media Gathering, PHR Zona 4 Bangun Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi

"Kami siap melayani kebutuhan listrik hijau untuk sektor bisnis dan industri dengan proses yang mudah dan cepat,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, mengungkapkan bahwa tingginya minat pelanggan industri berat dan manufaktur berskala besar dengan kebutuhan energi tinggi menjadi pendorong utama kinerja layanan REC sepanjang 2025.

“Sebagian besar penjualan REC masih didominasi oleh pelanggan industri berskala besar.

Baca Juga: Empat Wilayah Kepulauan Maluku Utara Kini Dapat Pendampingan PNM Mekaar

"Pada Desember 2025 lalu, sekitar 55% dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan dengan volume pembelian terbesar.

"Ini menunjukkan sektor industri menjadi motor utama dalam memanfaatkan energi bersih,” jelas Adi.

Sejumlah perusahaan ternama dengan pembelian REC tertinggi berasal dari sektor industri, mulai dari pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, hingga industri makanan dan bahan baku.

Baca Juga: Terima PMN Rp1,8 Triliun, KAI Manfaatkan untuk Pengadaan KRL

Volume pembelian REC bervariasi, dengan pembelian tertinggi mencapai 779.000 megawatt hour (MWh) dan terendah sebesar 93.966 MWh.

“PLN menegaskan akan terus memperkuat layanan REC sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia mendukung target transisi energi nasional, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan industri yang ingin berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” ucap Adi.

Saat ini, PLN mengoperasikan 12 pembangkit energi terbarukan yang menyuplai listrik hijau bagi pelanggan GEAS, baik REC maupun Dedicated Source.

Baca Juga: Daya Listrik Kurang untuk Rumah atau Bisnis? Ini Panduan Resmi Tambah Daya Praktis via PLN Mobile

Pembangkit tersebut meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Ulumbu, dan Ijen; Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata, Bakaru, Orya Genyem, Saguling, dan Mrica; Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Lambur; serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata.***

Halaman:

Tags

Terkini