Selain itu, perseroan juga mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih serta menyalurkan kredit kepada 147 mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis guna mendukung kelancaran transaksi, tata kelola keuangan, dan keberlanjutan program di tingkat desa.
Di sisi pemberdayaan masyarakat, Bank Mandiri menjalankan program Mandiri Sahabat Desa.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa melalui penguatan ekonomi, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan keterampilan.
Hingga saat ini, Mandiri Sahabat Desa telah menjangkau lebih dari 1.000 kepala keluarga di ratusan desa.
Implementasinya meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta penguatan infrastruktur desa, dengan rincian penerima manfaat antara lain 800 orang pada program pemberdayaan masyarakat desa, 500 penerima manfaat penanggulangan stunting.
350 penerima manfaat peningkatan sarana desa tertinggal, serta 100 penerima manfaat pemberdayaan kelompok masyarakat perkebunan.
Baca Juga: Transformasi Sunyi dari Sei Pagar, Jejak Modernisasi PalmCo yang Menarik Perhatian Danantara
Sejalan dengan berbagai inisiatif tersebut, Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan bagi segmen UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusivitas keuangan.
Sejak Januari hingga November 2025, penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri telah mencapai Rp74,9 triliun.
Capaian tersebut ditopang oleh strategi jemput bola untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Baca Juga: Kunjungi KM Kelud, Kedubes Inggris Saksikan Langsung Keberhasilan Transformasi PELNI
Salah satunya melalui optimalisasi peran Mandiri Agen sebagai layanan Laku Pandai yang didukung Aplikasi Mandiri Agen dan EDC Mini ATM, yang hingga Desember 2025 telah melayani lebih dari 3,5 juta nasabah dengan total 65 juta transaksi.
Untuk menangkap potensi transaksi pelaku UMKM, Bank Mandiri juga mengoptimalkan layanan finansial terintegrasi melalui Livin’ Merchant. Aplikasi yang berfungsi sebagai enhanced point of sales (POS) ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 3 juta pelaku usaha.