Manager Project Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat.
Baca Juga: 4 Batagor Legendaris di Bandung, Masih Mempertahankan Resep Asli Turun-temurun
Ia menegaskan bahwa tahapan ini menjadi momen penting dalam upaya peningkatan kapasitas produksi migas nasional.
“Tahap fabrikasi ini merupakan tonggak penting bagi proyek Bambu Merah.
"Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Baca Juga: Perlengkapan Sekolah Jadi Penyemangat Baru Anak-anak Penyintas Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
"Dukungan dari SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal penting untuk mencapai target operasional yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menilai proyek ini memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi nasional.
“Pengembangan fasilitas produksi di Cilamaya Utara merupakan wujud komitmen Pertamina EP Zona 7 untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional secara berkelanjutan.
Baca Juga: Upaya Menyeluruh BTN Dukung Transisi Perbankan Berkelanjutan
"Kami memastikan setiap tahap pekerjaan berjalan sesuai aspek HSSE dan tata kelola, dengan koordinasi intensif dengan SKK Migas serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Wazirul.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi lintas sektor agar proyek berjalan lancar hingga tahap onstream.
Pekerjaan fabrikasi paket DHU ini dilaksanakan oleh mitra kerja PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi pengerjaan selama 280 hari kalender, terhitung mulai 5 Desember 2025.
Baca Juga: Pertamina EP Cepu Menang Employee Engagement of the Year Berkat Program NAWASHAKTI
Setelah fabrikasi rampung, paket DHU dijadwalkan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026.