Pertamina EP Mulai Fabrikasi Fasilitas Gas Lapangan Bambu Merah

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 27 Januari 2026 | 14:30 WIB
Pertamina EP dan SKK Migas memulai fabrikasi fasilitas gas Proyek Bambu Merah terintegrasi SP Cilamaya Utara untuk dukung ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina EP)
Pertamina EP dan SKK Migas memulai fabrikasi fasilitas gas Proyek Bambu Merah terintegrasi SP Cilamaya Utara untuk dukung ketahanan energi nasional. (Dok. Pertamina EP)

Kabar BUMN - PT Pertamina EP bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) resmi memasuki tahap fabrikasi Gas Dehydration Package dalam rangka Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU).

Tahapan awal ini ditandai dengan pelaksanaan First Cutting Ceremony yang digelar di Workshop Fabricator, Cikarang, Jawa Barat, sebagai simbol dimulainya pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas di wilayah Subang, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.

Prosesi first cut of steel dilakukan untuk mengawali pekerjaan fabrikasi unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU) dan scrubber.

Baca Juga: Air Terjun Neraja Jadi Daya Tarik Wisata Pulau Jemaja, Alami, Sejuk, dan Cocok untuk Healing

Kedua fasilitas tersebut menjadi komponen utama dalam peningkatan kapasitas pemrosesan gas Lapangan Bambu Merah.

Proyek ini dijalankan sesuai ruang lingkup Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah–Cilamaya Selatan serta Authorization for Expenditure (AFE) yang telah mendapat persetujuan SKK Migas.

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas eksisting di SP CLU melalui peningkatan fasilitas produksi.

Baca Juga: Rumah Pangan PNM Dorong Keluarga Desa Lebih Mandiri Gizi

Nantinya, minyak hasil produksi akan dialirkan menuju Booster Station (BS) Cilamaya.

Sementara itu, gas akan diproses agar memenuhi spesifikasi jual sebelum disalurkan ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan digabungkan dengan produksi gas dari lapangan lain.

Dalam aspek pengelolaan lingkungan, air terproduksi akan diinjeksikan kembali ke sumur injeksi melalui Water Injection Plant (WIP) yang berada di SP CLU.

Baca Juga: Tol Terpeka, Palindra, hingga Betejam Dirawat, Hutama Karya Tingkatkan Kualitas Layanan

Secara keseluruhan, pengembangan struktur Bambu Merah diproyeksikan mampu menghasilkan produksi puncak sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas serta 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak atau setara 292,5 barel minyak per hari (BOPD) secara net.

Adapun fasilitas yang dikembangkan meliputi gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit gas compressor masing-masing berkapasitas 0,5 MMSCFD, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini