Manuver teknis dan strategi prioritas yang mereka lakukan berhasil meminimalkan dampak kehilangan produksi secara signifikan.
Jika tidak ada aksi cepat tanggap dan mitigasi yang militan ini, dampak yang ditimbulkan bisa jauh lebih fatal," tegas Arifin, Minggu (25/1).
Baca Juga: Rabu Lebih Irit, Promo Pertamax Green 95 Berlaku Hari Ini
Pemulihan Bertahap dan Terukur
Kini, upaya tanpa lelah dan malam-malam panjang tanpa istirahat tersebut mulai menunjukkan hasil.
Seiring perbaikan pipa gas oleh pihak terkait, PHR langsung melakukan peningkatan produksi atau ramp-up secara agresif namun tetap terkontrol, dengan mempertimbangkan stabilitas sistem secara menyeluruh.
Baca Juga: Kalau Perusahaan Membolehkan Power Nap di Kantor, Ini Panduannya Supaya Tidur Bisa Optimal
Data operasional menunjukkan tren kenaikan meskipun proses pemulihan masih menghadapi tantangan berupa fluktuasi tekanan dari pipa penyalur.
Kendati demikian, berkat solidnya kerja IMT dan seluruh lini operasi PHR, kestabilan produksi tetap terjaga dan aktivitas berjalan mendekati kondisi normal.
Sumur-sumur dan unit pembangkit yang sempat berhenti kini sebagian besar kembali beroperasi, seiring pulihnya aliran energi di Blok Rokan.
Baca Juga: Hingga 31 Januari 2026, Program Rejeki wondr BNI Masih Terbuka untuk Nasabah
"Ini bukan tentang menyalahkan keadaan, tapi tentang seberapa tangguh kita bangkit dari krisis."
"PHR telah membuktikan bahwa sistem kami, dan yang terpenting, orang-orang kami, memiliki resiliensi kelas dunia untuk menjaga kedaulatan energi nasional," pungkas Arifin.
Kisah dari Riau ini menjadi pengingat bahwa di balik terjaganya pasokan energi nasional, terdapat dedikasi dan kerja keras para pekerja yang siaga menjaga nyala produksi siang dan malam, bahkan saat tantangan datang bertubi-tubi. ***