Kabar BUMN — PT Patra Drilling Contractor (PDC) kembali menegaskan keseriusannya dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pelaksanaan Training One Sistem Izin Kerja Selamat (One SIKA) yang digelar di Yard Duri PDC, Provinsi Riau.
Program pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan K3 Nasional serta bentuk implementasi kebijakan One SIKA yang ditetapkan oleh Subholding Upstream Pertamina.
Training One SIKA menjadi salah satu langkah strategis dalam proses standardisasi sistem pengendalian pekerjaan atau control of work di seluruh unit kerja Subholding Upstream.
Baca Juga: Siap Mudik Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkap Pemesanan Tiket Kereta Api
Melalui sistem ini, setiap aktivitas kerja diarahkan agar berjalan aman dengan tahapan perencanaan, identifikasi risiko, hingga pengendalian yang tersusun rapi dan terdokumentasi.
Jr. Officer HSSE PDC, Fuji Desfirani Syarif, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran para pekerja terhadap pentingnya pengelolaan risiko di area kerja.
“Melalui Training One SIKA, pekerja tidak hanya dibekali pemahaman prosedural, tetapi juga didorong untuk menerapkan izin kerja selamat secara konsisten sebagai langkah pencegahan kecelakaan kerja,” ujarnya.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Promo DAMRI 2 Februari 2026 dengan Potongan Hingga Rp20.000
Sejalan dengan pernyataan tersebut, HSSE Officer PDC, Erwinsyah, menekankan bahwa keseragaman penerapan One SIKA memiliki peran krusial dalam menciptakan kondisi kerja yang aman dan terkendali.
“One SIKA memastikan setiap pekerjaan diawali dengan perencanaan yang matang, risiko teridentifikasi dengan jelas, serta pengendalian yang tepat sebelum pekerjaan dimulai,” jelasnya.
Dalam sesi pelatihan, para peserta memperoleh materi menyeluruh mengenai konsep dan prinsip Sistem Izin Kerja Selamat.
Baca Juga: Tetap Nyaman Berpuasa Walau Menderita Maag, Simak Tipsnya
Pembahasan mencakup siklus izin kerja, proses penilaian risiko, penyusunan Job Safety Analysis (JSA), hingga penerapan isolasi energi untuk pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi.
Selain itu, pelatihan juga menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif, kepatuhan terhadap prosedur, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) yang disesuaikan dengan hasil analisis risiko.