rilis-bumn

ROA PalmCo Naik ke 7,9 Persen, Bukti Pengelolaan Aset BUMN Perkebunan Makin Solid

Minggu, 1 Februari 2026 | 17:30 WIB
ROA PalmCo mencapai 7,9 persen pada 2025, melampaui target dan menunjukkan penguatan pengelolaan aset serta efisiensi modal BUMN perkebunan. (Dok. PTPN)

Kabar BUMN – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mencatatkan performa keuangan yang semakin kuat.

Subholding PTPN III (Persero) ini berhasil membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025.

Hasil tersebut tidak hanya melampaui target internal, tetapi juga menandakan adanya penguatan mendasar dalam pengelolaan aset perusahaan selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga: Mandalika Art Performance Hadirkan Aktivasi Budaya di Kawasan The Mandalika

Jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di angka 5,3 persen, ROA PalmCo mengalami pertumbuhan sekitar 49 persen secara tahunan.

Peningkatan ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2023, ketika ROA perusahaan masih berada di level 3,88 persen.

Dengan kata lain, dalam rentang tiga tahun, kemampuan aset PalmCo dalam menghasilkan laba telah meningkat lebih dari dua kali lipat.

Baca Juga: IFG Cari Intern M&A: Peluang Belajar Langsung di Holding Keuangan BUMN

Capaian 7,9 persen tersebut juga jauh melampaui target awal perusahaan yang ditetapkan sebesar 4,9 persen. Artinya, realisasi ROA PalmCo pada 2025 mencapai sekitar 161 persen dari proyeksi manajemen yang ditetapkan di awal tahun.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas sawit.

Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari pembenahan struktural yang dijalankan secara konsisten.

Baca Juga: Red Lotus Sea, Danau di Latar Promosi Wisata Thailand yang Viral Karena Modelnya Lisa Blackpink

“Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan.

Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Halaman:

Tags

Terkini