Menurutnya, mayoritas kapal tiba sesuai jadwal dan dapat langsung dilayani oleh terminal peti kemas.
Baca Juga: Bank Mandiri Rilis E-Money Imlek 2026, Lihat Tampilannya yang Eksklusif
Ia tidak menampik adanya sebagian kecil kapal yang mengalami keterlambatan layanan sehingga harus menunggu, namun waktu tunggu tersebut masih berada pada kisaran 15 hingga 30 jam.
Di sisi lain, Pelindo Terminal Petikemas terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas layanan.
Widyaswendra mencontohkan, pada tahun 2026 mendatang TPS Surabaya akan menerima tambahan empat unit quay container crane (QCC) dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG).
Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Nisfu Syaban, Mudah dihafal dan Dilaksanakan
Sementara itu, TPK Berlian juga direncanakan mendapatkan dua unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan 2026.
“Kami akui dalam hal pelayanan kami terus berbenah, perbaikan kami lakukan di seluruh wilayah kerja mulai dari Belawan hingga Merauke,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Surabaya, Stenven Handry Lesawengan, menyampaikan bahwa pihaknya sempat menerima laporan adanya keterlambatan penanganan bongkar muat peti kemas di TPK Berlian yang disebabkan oleh kesiapan alat.
Baca Juga: KAI Imbau Segera Pesan Tiket H-3 dan H-2 Lebaran 2026, Jangan Sampai Kehabisan!
Ia menyebut pihaknya telah berkomunikasi dengan pengelola terminal untuk mencari solusi atas kendala tersebut.
Menurut Stenven, pengelola terminal bersikap terbuka dan kooperatif dalam mencari jalan keluar terbaik bagi seluruh pihak.
Ia juga menegaskan tidak pernah terjadi antrean kapal di terminal peti kemas hingga berhari-hari.
“Kami ada beberapa kesepakatan dengan terminal jika pada saat pelayanan ada kendala yang terjadi, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan,” kata Stenven.