Melalui pembentukan Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi menyeluruh pada lini bisnisnya, khususnya yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Dipengaruhi Beberapa Faktor, Laba Bersih BNI Turun 6,97 Persen Sepanjang 2025
Proses integrasi ini dipastikan tidak mengganggu layanan kepada masyarakat, mitra bisnis, maupun pekerja.
Sebaliknya, langkah ini diarahkan untuk menghadirkan pasokan energi yang semakin andal melalui kolaborasi lintas divisi serta memberikan dampak positif yang lebih luas bagi bangsa dan generasi mendatang dengan semangat Energizing Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa integrasi bisnis hilir ini merupakan wujud konkret komitmen Pertamina dalam mendukung implementasi Asta Cita swasembada energi.
Baca Juga: Tren Padel Menyebar ke Garut, Padel Park Tawarkan Sensasi Main dan Nongkrong
"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi."
"Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," tutup Baron. ***