rilis-bumn

Kinerja Bank Mandiri Tetap Tangguh Sepanjang 2025, Dorong Intermediasi dan Peran Strategis bagi Negara

Jumat, 6 Februari 2026 | 11:00 WIB
Bank Mandiri mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan aset, kredit, digitalisasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional. (Dok. Bank Mandiri)

Kabar BUMN – Kondisi ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, ditopang oleh stabilnya sektor eksternal serta aktivitas domestik yang terus bergerak positif.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 mencapai 5,11 persen secara tahunan, mencerminkan resiliensi ekonomi di tengah dinamika global dengan dukungan kebijakan pemerintah yang akomodatif.

Selaras dengan momentum tersebut, Bank Mandiri berhasil menjaga fundamental keuangan yang solid sepanjang 2025 melalui penguatan ekosistem finansial dan percepatan layanan digital secara menyeluruh.

Baca Juga: Rekomendasi Restoran Ramen Asli Jepang yang Sudah Buka Cabang di Jakarta, Khusus yang Menunya Sudah Halal

Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri meningkat 16,6 persen year on year (YoY) menjadi Rp2.829,9 triliun, seiring pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 13,4 persen YoY menjadi Rp1.895,0 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh kinerja yang merata di seluruh segmen bisnis, sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam mendukung perekonomian nasional, penguatan ekonomi kerakyatan, serta penciptaan lapangan kerja.

Sepanjang 2025, kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88 persen YoY, di tengah perlambatan pertumbuhan kredit UMKM industri, yang menegaskan peran perseroan dalam menopang sekitar 1,3 juta pelaku UMKM sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Peran KUR BRI dalam Mendorong Produktivitas Sawah dan Kesejahteraan Petani

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan bahwa pertumbuhan yang merata tersebut mencerminkan keberhasilan strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang diterapkan perseroan.

“Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja."

"Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujar Riduan di Jakarta, Kamis (5/2).

Baca Juga: Mudik Lebaran 2026 Gratis dari Pemprov Jateng, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Kinerja kredit tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun atau naik 23,9 persen YoY.

Komposisi pendanaan juga tetap sehat dengan dana murah (CASA) tumbuh 12,6 persen YoY menjadi Rp1.431,4 triliun, sehingga likuiditas Bank Mandiri tetap kuat untuk mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Halaman:

Tags

Terkini