Hal senada disampaikan Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, terkait pentingnya membuka wawasan mahasiswa mengenai peran industri energi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: BNI Borong Tiga Penghargaan di JCB Indonesia Awards 2026
“Kami ingin mahasiswa memahami bahwa Elnusa bukan hanya penyedia jasa energi, tetapi juga bagian dari ekosistem nasional yang berperan menjaga keberlanjutan operasi hulu migas."
"Dari sini, kami berharap tumbuh motivasi untuk mempersiapkan diri menjadi talenta energi yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.
Antusiasme peserta semakin terasa ketika sesi berbagi pengalaman dimulai. Ahmad Rahmat selaku Project Leader PT Elnusa Tbk memaparkan dinamika pekerjaan lapangan, khususnya dalam proses akuisisi serta pengolahan data seismik.
Baca Juga: RDP Bersama DPR, Pertamina Paparkan Strategi Swasembada Energi dan Penguatan Ekonomi Rakyat
Melalui pemaparan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman tentang penerapan teknologi dalam operasi hulu migas dan kontribusi profesional energi dalam menjaga ketahanan energi nasional. Komitmen Elnusa terhadap pendidikan pun tidak berhenti pada sesi diskusi.
Dalam agenda yang sama, Elnusa turut menyerahkan hibah peralatan penunjang praktikum bagi mahasiswa Geofisika Universitas Diponegoro.
Bantuan tersebut mencakup 100 string Geophone, dua set Trimble GPS, dua set Total Station Leica, serta satu unit Recording Instrument tipe 428XL. Peralatan berstandar industri ini diharapkan mampu memberikan pengalaman praktik yang lebih aplikatif bagi mahasiswa.
Baca Juga: Hindari Kesialan! 10 Pantangan Imlek yang Bisa Mempengaruhi Keberuntungan Sepanjang Tahun
Dekan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Kusworo Adi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan.
“Kami mengapresiasi dukungan Elnusa melalui hibah peralatan ini sebagai wujud sinergi nyata antara industri dan perguruan tinggi. Kami berharap bantuan ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran serta meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Bagi Elnusa, penyerahan hibah tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara dunia industri dan akademisi. Dengan tersedianya perangkat berstandar industri, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kompetensi teknis yang selaras dengan kebutuhan sektor hulu migas.
Baca Juga: Dari Dapur Rumahan Naik Kelas ke Ekspansi Cabang, Kisah UMKM Semarang Tumbuh Bersama Jamkrindo
Kegiatan ELSA di Universitas Diponegoro melanjutkan rangkaian program serupa yang sebelumnya digelar di Universitas Pertamina dan Universitas Padjadjaran.