Kabar BUMN – Di Kapling Baru 2, Kota Cilegon, Kecamatan Pulau Merak, aktivitas produktif kini tumbuh di tengah lingkungan permukiman.
Sekelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Wahid Sapa mengembangkan kebun hidroponik sebagai sumber pangan sekaligus wujud transformasi energi berbasis masyarakat.
Inisiatif ini menghadirkan praktik pertanian ramah lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Baca Juga: 10 Twibbon Valentine Day 2026 Gratis Tinggal Download, Cocok Buat Story dan Profil
Program bertajuk "KreaSea Tumbuh" merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pertamina Energy Terminal melalui Terminal LPG Tanjung Sekong.
Kegiatan ini menjadi salah satu implementasi pilar Green Terminal yang memadukan aspek keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan sosial secara terintegrasi.
Inovasi Energi Terbarukan dan Efisiensi
Baca Juga: Magang 3 Bulan di Pelindo Koja: Kesempatan Emas untuk Mahasiswa dan Fresh Graduate Kearsipan
Sebagai bagian dari komitmen Green Terminal, rumah hidroponik kini memanfaatkan energi bersih menggantikan sumber energi fosil.
Pertamina memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,4 kWp sebagai sumber listrik utama operasional. Pemanfaatan energi surya tersebut diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 1,75 ton CO2 eq per tahun.
Tidak hanya pada sisi energi, PET juga melakukan pembenahan teknis untuk meningkatkan efisiensi sistem.
Baca Juga: Kiprah Komunikasi Korporat Elnusa Diakui, Menang Silver di PRIA 2026
Keluhan terkait aliran air yang sebelumnya tidak stabil diatasi melalui inovasi incremental berupa pemasangan tangki tekan air guna menjaga stabilitas suplai ke rak tanaman.
Selain itu, diterapkan double wall insulation pada pipa agar terlindungi dari lumut, sehingga aliran air tetap lancar dan optimal.
Transformasi Ekonomi dan Sosial
Baca Juga: Elnusa Perkuat Kolaborasi dengan UNDIP Lewat Program ELSA untuk Kenalkan Industri Migas