rilis-bumn

Libur Imlek 2026 Dongkrak Trafik Penyeberangan, ASDP Catat Lonjakan Tajam Sumatera–Jawa–Bali

Senin, 16 Februari 2026 | 07:30 WIB
Trafik penyeberangan melonjak saat Imlek 2026, ASDP siaga cuaca ekstrem dan beri opsi refund serta reschedule. (Dok. ASDP)

Kenaikan dua arah ini menunjukkan meningkatnya aktivitas perjalanan di kawasan Jawa–Bali.

Baca Juga: Bulan K3 Nasional 2026 di PT Dahana Resmi Ditutup, Hadirkan Ade Rai dalam Safety Talkshow

Waspada Cuaca Ekstrem

Cuaca memang tak dapat dikendalikan, namun kesiapsiagaan selalu bisa diperkuat.

Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan, khususnya di lintas utama Sumatera–Jawa–Bali, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyatakan, “Kami terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Bulan K3 Nasional 2026 di PT Dahana Resmi Ditutup, Hadirkan Ade Rai dalam Safety Talkshow

"Keselamatan pengguna jasa tetap menjadi fokus utama sehingga operasional disesuaikan dengan kondisi cuaca tanpa mengorbankan aspek keamanan layanan.”

Berdasarkan prakiraan BMKG periode 15–18 Februari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada puncak musim hujan yang dipengaruhi penguatan Monsun Asia serta dinamika atmosfer di wilayah selatan Indonesia.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan intensitas hujan, kecepatan angin, dan tinggi gelombang di sejumlah perairan strategis jalur penyeberangan.

Baca Juga: Info Loker Terbaru GDPS Februari 2026, Lulusan SMA–D3 Bisa Lamar Posisi Cargo

BMKG memprakirakan kecepatan angin di perairan Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Bali berkisar 8–20 knot, dengan hembusan angin sesekali mencapai 20–25 knot.

Sementara itu, tinggi gelombang signifikan berada pada kisaran 0,5 hingga 2,0 meter dan dapat meningkat secara fluktuatif mengikuti perkembangan cuaca harian.

Windy menambahkan bahwa kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa faktor alam memiliki peran signifikan dalam operasional penyeberangan, sehingga kesiapan operator dan perencanaan perjalanan masyarakat menjadi kunci terciptanya perjalanan yang aman.

Baca Juga: Telkomsat Perkuat Dukungan Satelit untuk Operasional TNI AU 2026

ASDP juga memberikan fleksibilitas perjalanan melalui kebijakan refund sebesar 25 persen serta layanan reschedule dengan biaya 10 persen, sehingga pengguna jasa dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca.

Halaman:

Tags

Terkini