Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam pengelolaan trafik dan pelayanan publik.
Baca Juga: Ingin Ngabuburit Gratis di Semarang? Ini 3 Spot yang Bisa Kamu Kunjungi di Waktu Ramadan!
“Melalui stimulus dan single tarif, kami ingin memastikan mudik Lebaran 2026 berlangsung lebih tertib, terjangkau, dan lancar.
"Ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan BUMN untuk menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman sekaligus meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Daftar Merchant BRI Tanpa Ribet, Semua Bisa dari Smartphone, Begini Caranya!
Imbauan Beli Tiket Lebih Awal
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyampaikan bahwa ASDP telah memastikan kesiapan sistem penjualan tiket, sosialisasi kepada pengguna jasa, monitoring penyerapan penerima manfaat, serta koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Untuk mendukung kelancaran arus penyeberangan, masyarakat diimbau memesan tiket lebih awal melalui platform Ferizy yang dapat diakses sejak H-60.
Tiket akan dikirim melalui WhatsApp maupun email dengan dukungan pembayaran digital.
Baca Juga: Perkuat Bank Sampah di Berbagai Daerah, PT Timah Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
Dengan demikian, jadwal perjalanan dapat direncanakan lebih pasti sekaligus menghindari antrean panjang pada periode puncak.
Pengguna jasa diwajibkan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, melakukan perjalanan sesuai jadwal keberangkatan yang tertera, serta memastikan pengisian data dan identitas penumpang dilakukan secara lengkap dan benar guna mendukung kelancaran layanan selama periode Angkutan Lebaran.
Dengan kebijakan ini, perjalanan mudik tak lagi sekadar perpindahan antarpulau.
Ia menjadi perjalanan penyeberangan yang dikelola dengan kepastian, kolaborasi, dan kepedulian—agar setiap masyarakat dapat tiba di kampung halaman dengan selamat dan penuh kebahagiaan.***