rilis-bumn

Respons Degradasi yang Terus Terjadi, Telkom Melakukan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang

Selasa, 24 Februari 2026 | 11:00 WIB
Libatkan kolaborasi karyawan, Telkom menggelar aksi penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), dorong pemulihan ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim. (DOK. Telkom)

Kabar BUMN - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), melalui program AYO BERAKSI, menggelar aksi penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) pada beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini melibatkan 13 relawan terbaik karyawan sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan lingkungan serta mitigasi risiko abrasi.

Program AYO BERAKSI merupakan kompetisi volunteer internal yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif karyawan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan.

Baca Juga: Program Mudik Gratis BUMN 2026, Ini Rute Lengkap dari SGN dan Situs Pendaftarannya

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan keterlibatan karyawan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap aksi penanaman mangrove dapat membantu memitigasi dampak perubahan iklim serta melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi,” ujar Hery.

Sebelumnya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penurunan signifikan luas tutupan mangrove di pesisir Semarang dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga: HUT ke-61, Grand Inna Samudra Beach Hotel Gelar Program Employee Grooming, Tasyakuran, dan Aksi Peduli Lingkungan

Penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center melibatkan 13 relawan terbaik karyawan sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan lingkungan serta mitigasi risiko abrasi. (DOK. Telkom)

Data BRIN juga menunjukkan bahwa degradasi mangrove berpotensi melemahkan fungsi ekologisnya sebagai pelindung alami garis pantai sekaligus penyerap karbon biru.

Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko abrasi, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan proses restorasi berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan program, para relawan melakukan penanaman bibit mangrove sebagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir, memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Baca Juga: Komitmen Memenuhi Kebutuhan Jamaah Haji 2026, BULOG Akan Kirim 2.280 Ton Beras Perdana ke Arab Saudi

Serta mengikuti pelatihan membatik dengan pewarna alami berbasis mangrove guna mendukung pengurangan limbah di sekitar SMC.

Halaman:

Tags

Terkini