rilis-bumn

PDC Luncurkan Tangan Kedua, Gerakan Kolektif Ubah Limbah Tekstil Jadi Harapan Baru

Sabtu, 28 Februari 2026 | 17:45 WIB
PDC luncurkan Program Tangan Kedua 2026, kumpulkan 154 pakaian bekas untuk dikelola berkelanjutan bersama Rumah Pilah Teratai Putih. (Dok. PDC)

Kabar BUMN – Di dalam lemari rumah, sering kali tersimpan pakaian yang menyimpan kenangan, mulai dari kemeja yang dikenakan saat hari pertama bekerja, jaket yang menemani perjalanan dinas, hingga seragam lama yang sudah tidak terpakai.

Meski tak lagi digunakan, setiap helai kain tersebut sesungguhnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Dari situlah peluang berbagi dan menciptakan dampak positif bisa dimulai.

Semangat tersebut diwujudkan oleh PT Patra Drilling Contractor (PDC) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2026 bertajuk “Tangan Kedua: Setiap Jahitan, Ada Harapan.”

Baca Juga: Puasa Jalan Terus, Energi Jangan Putus: Tips Simpel Tetap Fit di Ramadan 1447 H

Inisiatif ini mengajak seluruh perwira PDC untuk membawa pakaian bekas yang sudah tidak layak pakai dari rumah ke kantor agar dapat dikelola secara bertanggung jawab.

Gerakan ini dirancang sebagai langkah kolektif untuk memperluas kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.

Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperdalam komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Baca Juga: Strategi Hemat Mudik Lebaran: Diskon Tiket Kapal PELNI 30% hingga 5 April 2026

“Program Tangan Kedua bukan sekadar kegiatan pengumpulan pakaian, melainkan wujud kepedulian kolektif perwira PDC terhadap isu lingkungan dan sosial. Kami ingin menghadirkan inovasi dalam budaya berbagi sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah tekstil secara berkelanjutan,” ujar Ani.

Dalam pelaksanaannya, PDC bekerja sama dengan Rumah Pilah Teratai Putih, komunitas pengelola sampah dan daur ulang yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Melalui kolaborasi ini, pakaian yang terkumpul akan dipilah, diproses ulang, dan dimanfaatkan kembali sesuai prinsip keberlanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah dari sisi sosial, lingkungan, hingga ekonomi.

Baca Juga: Spesial 3.3! DAMRI Hadirkan Diskon Tiket AKAP untuk Perjalanan Hingga April 2026

Founder Rumah Pilah Teratai Putih, Chevie "Arnetta craft" menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah nyata dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat komunitas.

“Setiap pakaian yang terkumpul memiliki potensi untuk ‘hidup kembali’, baik melalui pemanfaatan ulang maupun proses daur ulang. Kolaborasi seperti ini sangat berarti karena melibatkan sektor korporasi dalam gerakan pengurangan limbah dari sumbernya,” ungkap Chevie

Jr. Analyst CSR & Stakeholder PDC, Harun, menekankan bahwa keterlibatan aktif para pekerja menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.

Halaman:

Tags

Terkini