rilis-bumn

PT Borneo Indobara Jadi Pengguna REC Terbesar di Kalimantan, PLN Tambah 23.040 Unit

Senin, 2 Maret 2026 | 19:20 WIB
Site PT Borneo Indobara (BIB) di Angsana, Kalsel. Lewat program Green Mining Realization, BIB kini jadi pengguna REC PLN terbesar di Kalimantan dengan total 42.096 unit, setelah menambah 23.040 unit.

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali menyalurkan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 23 MWh listrik hijau kepada PT Borneo Indobara (BIB) pada Minggu (8/2).

Penambahan ini menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara PLN dan sektor industri untuk mendorong praktik pertambangan yang lebih ramah lingkungan atau green mining.

Dengan tambahan tersebut, total penggunaan REC oleh PT BIB kini mencapai 42.096 unit atau setara 42 MWh, meningkat signifikan dari 19.056 unit yang telah dimanfaatkan sejak 2023.

Baca Juga: Mudik Gratis Pertamina 2026 Dibuka 3 Maret, Siap-Siap Rebut Kursi!

Capaian ini menjadikan PT BIB sebagai pengguna REC terbesar di wilayah Kalimantan.

Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam merealisasikan program Green Mining Realization, khususnya melalui penyediaan REC.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan listrik perusahaan yang diproyeksikan mencapai 200–240 MVA pada 2028 tidak hanya menuntut pasokan yang andal dan mencukupi, tetapi juga sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Baca Juga: Masih Sering Haus Saat Puasa? Bisa Jadi Bukan Karena Kurang Minum

Menurut Raden, langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam menekan emisi karbon, meningkatkan efisiensi energi, mengurangi ketergantungan impor bahan bakar, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Raden melanjutkan, komitmen Green Mining Realization yang ditunjukkan oleh PT BIB bukan hanya melalui penggunaan layanan REC PLN.

Pihaknya juga terus melakukan pendekatan ramah lingkungan dalam berbagai sektor, termasuk elektrifikasi armada operasional.

Baca Juga: MIND ID Dukung Kebijakan Energi Nasional Mewujudkan Swasembada Nasional

“Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar, dengan target elektrifikasi pada 2026 sebesar 25 persen armada telah beralih ke listrik. Selanjutnya hingga 2028 ditargetkan mencapai 75 persen, serta pada 2028 - 2029 menuju target nol emisi,” jelasnya.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan para pelaku industri dalam mendukung transisi energi bersih di Tanah Air.

Halaman:

Tags

Terkini