Kabar BUMN – Menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Idulfitri, pengawasan terhadap distribusi serta ketersediaan bahan pokok semakin diintensifkan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat. Komoditas strategis seperti minyak goreng dan gula konsumsi menjadi fokus utama pengawasan di berbagai daerah.
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD Ghimoyo menyampaikan hal tersebut pada Senin (2/3/2026) di Balikpapan.
Baca Juga: Suasana Senja Ramadan, Jelajahi Spot Ngabuburit Andalan Warga Bandung
Ia mengungkapkan bahwa dalam dua pekan menjelang Lebaran, ID FOOD secara aktif turun langsung ke sejumlah pasar pantauan di berbagai provinsi guna memastikan kondisi tetap terkendali.
“Hari ini kami mengecek pasokan kebutuhan pangan di wilayah Kalimantan Timur, yaitu di Balikpapan dan Samarinda."
"Sebelumnya kami sudah lakukan juga di Jakarta, Palembang, Medan, Surabaya, dan Sidoarjo."
Baca Juga: KCIC Hadirkan Voucher Prabayar Whoosh, Berlaku 90 Hari dengan Syarat Khusus
"Kami ingin memastikan pasokan dan harga tetap stabil, serta distribusi berjalan lancar dengan harga yang sesuai ketentuan, terutama pada momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat. Koordinasi dengan distributor dan pelaku pasar terus kami perkuat agar tidak terjadi kekosongan pasokan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di Balikpapan, harga minyak goreng dan gula konsumsi relatif stabil. Namun, terdapat sejumlah titik yang mengalami penyesuaian distribusi pasokan sebagai respons terhadap dinamika kebutuhan di lapangan.
Penyesuaian tersebut, lanjutnya, terjadi karena sebagian alokasi dialihkan untuk mendukung program bantuan pangan pemerintah.
Baca Juga: Tak Bisa Refund dan Reschedule, Cek Aturan Promo DAMRI Twindate 3.3 Sebelum Checkout
Untuk mengantisipasi dampaknya, perseroan mengoptimalkan ketersediaan stok agar suplai Minyakita dan gula tetap aman bagi masyarakat Balikpapan dan sekitarnya.
“Kami memastikan pasokan tetap terjaga dengan memaksimalkan distribusi dari stok yang ada, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Ghimoyo.