Kedua, layanan wilayah atensi dengan fokus pada jalur tol, rest area, bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata yang mengalami lonjakan mobilitas.
Ketiga, berbagai aktivitas Ramadan dan program promosi melalui layanan digital MyPertamina.
Keempat, layanan tambahan berupa Serambi MyPertamina sebagai fasilitas istirahat bagi pemudik di berbagai titik strategis yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti motoris BBM dan LPG serta layanan darurat.
“Kami menyiagakan 2.074 SPBU yang beroperasi 24 jam di jalur utama dan area dengan kepadatan kendaraan tinggi, 6.300 agen LPG, serta sebanyak 200 unit mobil tangki disiagakan sebagai suplai cadangan.
Baca Juga: Dari Lahan Mati Jadi Apotek Hidup: Kiprah Murni dan Ibu-Ibu Bengkalis Jaga Warisan Tanaman Obat
"Untuk daerah yang tidak terdapat SPBU permanen dan kawasan wisata, kami menyiapkan 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular agar masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan,” tambah Simon.
Selain fokus pada penguatan suplai di koridor Sumatra-Jawa, jalur Trans Jawa, serta konektivitas Kalimantan-Sulawesi.
Pertamina juga memberikan perhatian khusus pada wilayah rawan bencana dengan menyiapkan buffer stock (stok penyangga). Sementara remote area dan kepulauan mendapat pengiriman lebih awal dan melakukan monitoring secara intensif.
Baca Juga: Deretan Bandara Indonesia Ini Bikin Bangga, 10 Bandara InJourney Sabet 32 Penghargaan Internasional
“Seluruh langkah ini adalah bentuk pengabdian kami agar masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dan merayakan kemenangan Idulfitri bersama keluarga dengan tenang, aman, dan penuh sukacita,” tutup Simon.***