rilis-bumn

Kelola 27% Wilayah Kerja Migas RI, Ini Strategi PHE Tingkatkan Produksi 2026

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:00 WIB
PHE terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas dan inovasi teknologi.

Kabar BUMN – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) sekaligus memperluas pengembangan energi rendah karbon.

Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE mengelola sekitar 27% wilayah kerja migas di Indonesia dan berperan besar dalam produksi nasional.

Pada tahun 2025, perusahaan menyumbang sekitar 65% lifting minyak domestik atau sekitar 396 ribu barel per hari (MBOPD) serta 35% lifting gas domestik sebesar 1,8 miliar kaki kubik per hari (BCFD).

Baca Juga: KAI Perkuat Sinergi dengan Kejaksaan Agung, Bahas Optimalisasi Aset dan Layanan Kereta Api

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan berbagai langkah strategis terus dijalankan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di tengah dinamika geopolitik dan tantangan operasional yang semakin kompleks.

Upaya tersebut mencakup penguatan eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, hingga penerapan teknologi peningkatan produksi guna membuka potensi sumber daya baru di berbagai cekungan migas Indonesia.

Sepanjang 2025, produksi migas PHE tercatat mencapai sekitar 1 juta barel setara minyak per hari, terdiri dari 557 ribu barel minyak per hari dan 2,8 miliar kaki kubik gas per hari.

Baca Juga: Hindari Boncos, Ini yang Penting Diperhatikan Sebelum Membeli Oleh-oleh untuk Orang di Kampung Halaman

Selain mempertahankan kinerja produksi, PHE juga mencatat penemuan sumber daya hingga 1 miliar barel setara minyak (BBOE) serta menerapkan sejumlah teknologi peningkatan produksi seperti multistage fracturing, steam flood, dan chemical enhanced oil recovery (CEOR).

Memasuki tahun 2026, PHE menyiapkan berbagai program untuk menahan penurunan alami produksi sekaligus meningkatkan cadangan migas nasional.

Program tersebut meliputi pengeboran 16 sumur eksplorasi dan 800 sumur eksploitasi, 1.284 kegiatan workover, survei seismik 2D sepanjang 904 kilometer, survei seismik 3D seluas 1.660 kilometer persegi, serta sekitar 33 ribu pekerjaan well intervention well service (WIWS).

Baca Juga: Awas Timbangan Naik! 5 Hidangan Lebaran yang Sebaiknya Dibatasi

Strategi peningkatan produksi juga dilakukan melalui pengembangan lapangan eksisting (brownfield), pengembangan lapangan baru (greenfield), serta penerapan teknologi EOR untuk meningkatkan perolehan hidrokarbon dari lapangan yang telah berproduksi.

Di sisi lain, perusahaan juga terus memperkuat eksplorasi sumber daya baru termasuk potensi minyak non konvensional (MNK) dan peluang kerja sama strategis melalui akuisisi.

Halaman:

Tags

Terkini